Masyarakat juga diimbau mewaspadai peningkatan suhu udara yang bisa memicu dehidrasi dan masalah kesehatan pernapasan, terutama bagi lansia dan anak-anak.
BMKG menekankan bahwa awal kemarau tahun ini maju lebih cepat dibandingkan normal di 66% wilayah Jawa Barat. Fenomena ini terjadi setelah berakhirnya La Niña lemah pada Februari 2026, yang membuat pola cuaca cenderung netral namun condong ke kondisi kering.
Tips Menghadapi Cuaca Mei 2026 di Garut dan Jawa Barat
Pengelolaan Air: Hemat penggunaan air bersih sejak dini. Isi waduk, embung, atau penampung air hujan sebelum curah hujan benar-benar berkurang.
Baca Juga:Infinix GT50 Pro Resmi Rilis: Bawa Teknologi HydroFlow ke Level TertinggiKode Redeem FF 24 April 2026: Buruan Klaim Bundle Eksklusif dan Diamond Gratis Sebelum Hangus
Pertanian: Lakukan penanaman awal atau penyesuaian jadwal tanam. Pantau prakiraan cuaca harian melalui aplikasi Info BMKG.
Kesehatan dan Keselamatan: Gunakan pelindung matahari saat beraktivitas di luar ruangan, minum air yang cukup, dan siapkan masker jika terjadi kabut asap dari kebakaran.
Pemantauan: Ikuti update resmi BMKG Jawa Barat untuk prakiraan mingguan atau bulanan yang lebih detail.
Meski Mei masih merupakan awal transisi, masyarakat Garut dan sekitarnya perlu mulai beradaptasi dengan pola cuaca yang lebih kering.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pertanian dan pasokan air, tetapi juga sektor pariwisata di Garut yang biasanya ramai dengan wisata alam dan pantai.
BMKG terus memantau perkembangan iklim dan akan merilis update jika ada perubahan signifikan. Masyarakat diimbau selalu mengakses informasi resmi melalui situs bmkg.go.id atau akun media sosial BMKG Jawa Barat agar tetap siap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih menantang ini.(*)
