Sementara itu, Rudi Arifin, pengelola Taman Satwa Cikembulan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Imat.
“Terima kasih atas kunjungan Pak Imat. Kami sangat membutuhkan dukungan, terutama terkait regulasi baru dan administratif. Kami juga berharap sekolah-sekolah diarahkan untuk berkunjung agar edukasi konservasi satwa lebih hidup,” kata Rudi.
Rudi menambahkan, kebutuhan pakan satwa menjadi tantangan besar. Ia berharap ada kerja sama dengan pengusaha lokal, khususnya supermarket, untuk menyumbangkan buah dan sayuran yang tidak layak jual sebagai pakan satwa.
Baca Juga:Revitalisasi Pasar Baru Segera Dimulai Usai Lebaran, PKL Akan Direlokasi Sementara Ke Garut PlazaGuru di Garut Keluhkan Pemblokiran Tunjangan Sertifikasi oleh BJB, Ancam Pindah Kredit ke Bank Lain
“Kami mengurus makhluk hidup, kebutuhan pakan dominan buah dan sayur. Kalau ada perusahaan yang berkenan menyumbangkan produk reject, itu akan sangat membantu kami bertahan,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi bukti komitmen DPRD Garut dalam mendukung destinasi wisata edukasi sekaligus memperkuat konservasi satwa di daerah.
Dengan dukungan regulasi, infrastruktur, dan partisipasi masyarakat, Taman Satwa Cikembulan diharapkan mampu berkembang sebagai ikon wisata edukasi Garut.(Devi)
