KAMOJANG – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Area Kamojang kembali mencatat kemajuan dalam pengembangan energi panas bumi dengan menyelesaikan proyek pemipaan pada dua sumur produksi, yakni KMJ-19.5 dan KMJ-30.3.
Rampungnya proyek tersebut, menurut General Manager PGE Area Kamojang, I Made Budi Kesuma Adi Putra, memberikan tambahan pasokan uap panas bumi sebesar 23,8 megawatt (MW).
“Penambahan ini memperkuat keandalan operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di kawasan Kamojang yang saat ini memiliki kapasitas terpasang 235 MW dari lima unit pembangkit,” katanya.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Gelar Gerakan Pangan Murah, Ratusan Warga Serbu Pasar RamadanResa Khoerunisa, Lulusan Geologi Penerima Beasiswa Star Energy Geothermal yang Menginspirasi
Tambahan uap dari kedua sumur produksi tersebut, kata Budi, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional pembangkit, sekaligus memastikan pasokan listrik berbasis energi terbarukan tetap stabil untuk memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan nasional.
Ia menjelaskan, keberhasilan proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia.
“Setiap peningkatan pasokan uap panas bumi akan memperkuat kontribusi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Ini juga menjadi langkah nyata kami dalam mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa panas bumi memiliki keunggulan sebagai sumber energi terbarukan yang mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam, sehingga berperan penting sebagai sumber listrik dasar atau baseload dalam sistem kelistrikan.
Sebagai salah satu lapangan panas bumi tertua sekaligus pionir di Indonesia, kawasan Kamojang terus melakukan berbagai upaya inovasi dan optimalisasi produksi agar mampu menjaga keberlanjutan pasokan energi rendah emisi.
Ia memastikan bahwa proyek pemipaan dua sumur produksi tersebut dilaksanakan dengan standar keselamatan kerja yang ketat serta dukungan kolaborasi berbagai pihak, termasuk mitra kerja di lapangan.
PGE Area Kamojang kembali menegaskan perannya dalam mendorong percepatan pengembangan energi bersih di Indonesia, sekaligus mendukung terciptanya sistem kelistrikan yang lebih andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. (*)
