Jika kedua kata tersebut disatukan, nama ini bisa dimaknai sebagai “tanga para dewa”, sesuai dengan tampilan air terjunnya yang menjulang tinggi mencapai 80 meter. Sehinggga menghadirkan pemandanngan megah dan keindahan alami di sekitarnya menambah kesan eksotis.
Curug sanghyang Taraje memiliki dua aliran air besaar yang mengalir berdampingan, menciptakan panorama khas yang jarang ditemukan di tempat lain.
Lokasi dan rute menuju curug
Curug ini terletak di Kampung Kombongan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 45 km dari pusat kota, dengan waktu tempuh sekitar dua jam menggunakan motor atau mobil.
Baca Juga:Kriuknya Bikin Rindu! Dorokdok, Makanan Khas Garut yang Wajib DicobaBikin Lapar Seketika! 3 Restoran Terbaik di Garut dengan Cita Rasa Sunda Autentik
Akses jalaan menuju lokasi sudah cukup baik, dan arah menuju curug mudah ditemukan melalui papan petunjuk maupun Google Maps.
Dari Kota Garut, ambil rut eke Cikajang, lalu belok kanan kea rah Bungbulang, dan lanjut ke Desa Penanjung. Setelah tiba di area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit menuju curug. Jalurnya nyaman dan dikelilingi panorama alam hijau yang menyegarkan.
Jika ingin berkunjung, anda bisa datang di hari apapun karena curug nya buka setiap hari pada pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Waktu terbaik berkunjung ke curug Sanghyang Taraje adalah pagi hari, saat udara masih sejuk dan tempat nya belum ramai.
Berwisata ke curug ini tak merogoh kocek banyak, dengan harga tiket sebesar 10 Ribu Rupiah anda Sudah dapat menikmati keindahan nya. untuk biaya parkir sebesar Rp 5000 baik motor atau mobil.
