Pertanian Modern PM-AAS Diterapkan di Sukasenang Banyuresmi, Lahan 1 Hektare Gunakan Benih Mekongga 90Kg

istimewa
Pertanian Modern PM-AAS Diterapkan di Sukasenang Banyuresmi, Lahan 1 Hektare Gunakan Benih Mekongga 90Kg
0 Komentar

Selain pola tanam, ia menilai modernisasi pertanian juga harus diarahkan pada efisiensi penggunaan sumber daya. Bukan hanya menggunakan alat mesin pertanian, tetapi juga bagaimana penggunaan benih, pupuk, air dan tenaga kerja bisa dilakukan secara lebih efektif.

“Salah satu prinsip PM-AAS adalah mekanisasi pertanian dengan penggunaan berbagai alat modern mulai dari traktor, land leveler, rotavator, drone, drum seeder hingga combine harvester. Mekanisasi digunakan dari tahapan pengolahan tanah sampai panen untuk meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga kerja,” ucapnya.

Faisal berharap kegiatan penerapan pertanian modern di Sukasenang tidak berhenti pada satu tahapan, tetapi terus didampingi sampai masa panen sehingga petani memperoleh gambaran utuh mengenai manfaat maupun kendala dari sistem tersebut.

Baca Juga:70 Semifinalis Lolos Pasanggiri Mojang Jajaka Garut 2026Ketika Berobat Terasa Merepotkan: Risiko Penggunaan Obat Tanpa Konsultasi Tenaga Kesehatan

“Kalau mulai dari satu hektare ini hasilnya bisa kita lihat bersama. Harapannya ada pendampingan sampai panen sehingga ada data yang jelas, baik produktivitasnya maupun efisiensi biaya dan tenaga kerjanya,” ujarnya.

Diharapkan Mampu Menarik Minat Anak Muda

Abdurrahman menambahkan, modernisasi pertanian juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali melihat sektor pertanian sebagai bidang yang mempunyai prospek.

Menurutnya, jika kegiatan pertanian semakin banyak menggunakan teknologi dan sistem kerja yang modern, pertanian tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerjaan yang mengandalkan tenaga fisik.

“Kalau pertanian sudah menggunakan teknologi, sistemnya lebih tertata dan hasilnya menjanjikan, anak-anak muda juga mudah-mudahan mulai tertarik. Regenerasi petani ini penting karena pertanian harus terus berjalan,” katanya.

Ia berharap penerapan PM-AAS pada lahan satu hektare di Desa Sukasenang dapat memberikan hasil positif sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi petani lainnya di Kecamatan Banyuresmi.

“Sekarang kita coba dan kita ikuti bersama prosesnya. Mudah-mudahan hasilnya baik, memberikan manfaat kepada petani, dan ke depan pertanian di Sukasenang bisa semakin maju,” pungkas Abdurrahman. (*)

0 Komentar