GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan program berjalan optimal dengan tetap menjaga kualitas makanan yang disajikan.
Pasalnya, program MBG bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak serta masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, pihaknya pun mengintruksikan kepada para camat hingga kepala desa untuk secara berkala memantau pelaksanaan program MBG di daerah masing-masing.
Baca Juga:Soroti Kebakaran TPA Pasirbajing, DPRD Desak Pemkab Garut Hentikan Sistem Open DumpingKNPI Garut Desak BPS-Dinsos Perjelas Perubahan Data Desil
“Yang jelas saya minta juga kepada para camat berkelanjutan hirarki, pemerintah hirarki para camat, kepala desa akan melakukan pemantauan tersebut,” ujarnya belum lama ini.
Ia menuturkan, Pemkab Garut terus berupaya mendukung pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal, mulai dari proses pengelolaan makanan di dapur hingga pendistribusiannya kepada masyarakat penerima manfaat.
Salah satu dukungan dari Pemkab Garut, kata Nurdin, ialah mendukung program MBG melalui pemantauan rutin serta pelatihan bagi pekerja dapur SPPG terkait kebersihan tempat dan makanan.
“Itu sebetulnya hampir semua sudah ada SLHS (sertifikat layak higiene sanitasi) dari 440 berapa lah, kalau gak salah sudah semuanya,” katanya.
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan operasional, sebanyak 50 persen pekerja dapur MBG, khususnya penjamah makanan, harus telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat sebagai bekal dalam menjalankan program tersebut.
Menurutnya, seluruh pekerja dibekali keterampilan khusus dalam pengolahan dan manajemen makanan, mulai dari proses persiapan hingga pendistribusian kepada masyarakat penerima manfaat.
“Kesiapan kita melakukan pelatihan kepada penjamah, artinya mereka yang bekerja di sana memiliki kualifikasi kemampuan mengelola makanan higienis,” tutupnya. (*)
