Di balik drama regional itu, para pemain Garuda terus menunjukkan konsistensi di level klub. Mitchell Baker, penyerang muda berusia 19 tahun yang menjadi top skor ASEAN Cup dengan lima gol (semuanya tercipta saat hancurkan Bangladesh), langsung mencetak gol lagi bersama Georgetown Hoyas di kompetisi NCAA Divisi I Amerika Serikat.
Ia menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-0 atas Seton Hall. Total delapan gol dari sembilan penampilan musim ini menunjukkan bahwa momentum internasionalnya masih terbakar.
Sementara itu, Dean James kembali memperkuat Go Ahead Eagles di Belanda dan menunjukkan kualitas yang stabil. Kehadiran para pemain diaspora dan naturalisasi ini semakin memperkuat fondasi Timnas di era John Herdman.
Baca Juga:Polres Garut Sikat 29 Motor Bermesin “Brong” di Depan Anarto MallPrediksi Cuaca Kabupaten Garut Senin 12 Oktober 2026: Mayoritas Berawan, Hujan Ringan di Beberapa Kecamatan
Pelatih asal Inggris tersebut kini fokus membangun mental petarung sekaligus kualitas taktik jelang Piala Asia 2027 dan proyek jangka panjang menuju 2030.Prestasi ASEAN Cup juga menjadi bukti bahwa era baru Timnas Indonesia sedang berjalan.
Setelah sebelumnya gagal di kualifikasi Piala Dunia 2026 di bawah Patrick Kluivert, pergantian pelatih dan penguatan skuad mulai membuahkan hasil. Erick Thohir sendiri sempat memberi peringatan agar jangan terlena.
Penting bagi Indonesia untuk fokus menjaga momentum. Hak istimewa sudah di tangan. Tinggal bagaimana Garuda memanfaatkannya menuju mimpi besar Piala Dunia 2030.(*)
