GARUT – Pantai Sayang Heulang, yang berlokasi di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, kini kembali ramai diperbincangkan, hingga viral dimedia sosial, pasalnya akibat terjadi kembali aktivitas Pungutan Liar (Pungli) saat momentum libur lebaran 2026.
Aktivitas Pungli, di Kabupaten Garut khususnya ditempat Pariwisata di wilayah Pantai selalu terjadi, hingga menyoroti berbagai pihak, terutama Ketua DPRD Garut, Aris Munandar.
Menurut Aris, pihaknya sudah membahas dengan Bupati Garut terkait permasalahan pungli tiketing di Pantai Sayang Heulang, yang diduga karena ada dua pintu masuk, antara milik Pemda dengan milik warga setempat, sehingga harus disinkronkan.
Baca Juga:Ancaman Bencana Masih Mengintai Garut hingga 30 April, BPBD Imbau Tetap WaspadaProduksi Jagung di Garut Tembus 458 Ton, Petani Makin Tertarik Menanam
Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Komisi III DPRD Garut yang bermitra dengan Dinas Pariwisata agar segera ditindaklanjuti.
“Saya sudah berbicara ke Ketua Komisi 3, itu harus sudah segera ditindak lanjuti. Tapi juga dengan dinas pariwisata terkait masalah tiket itu,” ujarnya belum lama ini.
Aris menjelaskan, bahwa penekanan permasalahan ini tetap pada retribusi tiketing, karena sudah ditetapkan ditiketing Pemda, sehingga permasalahan ini harus ditindaklanjuti terkait tiketing Rp45 ribu.
“45 ribu ini kan apakah total satu motor atau satu orang atau seperti itu kan kita belum melaksanakan investigasi seperti itu,” jelas Aris.
Ia menyebutkan, pihak DPRD sudah melakukan monitoring, dari Polda Jabar sudah turun ke lokasi, pihak Pemprov Jabar sudah, bahkan Bupati Garut pun sudah turun, tapi permasalahannya belum jelas, bahkan harus ditelusuri tiketing tersebut keluarnya dari mana.
“Terus sebetulnya dari DPRD sudah melakukan monitoring. Saya sendiri waktu H+2 itu ada di lokasi. Nah ini kan kita akan melihat tiket ini keluarnya dari mana, siapa yang mengeluarkan, ehingga ada pungutan sampai seperti itu,” sebutnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menekankan ke Dinas Pariwisata agar kejadian serupa atau kasus pungli ditempat wisata lain tidak terjadi kembali.
Baca Juga:Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Garut Gelar Razia Gabungan APHPelantikan PNS di Garut, Bupati Tekankan Integritas dan Peran sebagai Pelayan Masyarakat
“Sebetulnya, wisatawan ketika komplain ini, ketika ada ketidaksesuaian dengan tarif lain, sebetulnya tiketnya itu sudah ada. Tapi katanya ada biaya tambahan lain, kayak parkir dan lain-lain,” tutupnya. (Rizka)
