Gaji Minim, Warga Garut Pilih Kerja ke Luar Daerah

ilustrasi
Gaji Minim, Warga Garut Pilih Kerja ke Luar Daerah. (ilustrasi)
0 Komentar

GARUT – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kabupaten Garut pada tahun 2026 sekitar Rp2,4 juta, sehingga dengan UMK terbaru tersebut banyak masyarakat Garut yang memilih untuk bekerja diluar Garut dengan pilihan UMK lebih tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Garut, Nia Gania Karyana, mengatakan bahwa sebetulnya bekerja di sektor formal itu sesuai lowongan kerja dan kompetensi, namun memang UMK Garut tahun 2026 masih kecil.

“Sebetulnya kan bekerja di sektor formal itu kan sesuai lowongan kerja, sesuai kompetensi gitu ya. Kalau berbicara upah minimum Garut ya memang kecil, 2,4 juta ya,” ujarnya.

Baca Juga:Gempa Vulkanik Gunung Guntur Meningkat Selama Maret 2026, BPBD Garut Minta Pendaki Jauhi Kawah Aktif20 Anggota DPRD Jabar Ternyata Asal Garut, Syakur Ajak Sinergi Dana Aspirasi

Ia mengatakan, jangankan bekerja di sektor pabrik ataupun manufaktur, bekerja sebagai dosen di Garut pun pendapatan nya masih kecil.

“Saya sendiri saja sebagai dosen itu maaf ya masih murah, jadi daya tarik Garut itu mungkin kurang untuk itu, tetapi daya tarik investasi Garut itu besar,” katanya.

Menurut Nia, dibalik UMK Garut kecil, daya tarik Investasi Garut sangat besar, karena para pengusaha bisa mengimplementasikan pendapatan untuk membayar penghasilan atau gaji para pegawai.

“Karena pengusaha bisa mengimplementasikan pendapatan untuk membayar penghasilan atau gaji para pegawai dengan di bawah Bandung, kan kalau Bogor sampai 5 juta terus Purwakarta,” ungkapnya.

Menurutnya, Take Home Pay (THP) Kabupaten/Kota lain memang sangat besar sehingga UMK nya pun ikut besar, berbeda dengan Kabupaten Garut.

“Karena memang Take Home Pay (THP) nya adalah sangat besar. Tapi kalau di Garut dianggap Take Home Pay nya masih dianggap marurah. Makanya berpengaruh pada apa? pada sistem pengajian pengupahan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, jika ingin tenaga kerja atau buruh sejahtera, yang harus dilakukan kedepannya pertama pendapatan perusahaan harus bagus, kedua iklim investasi nya juga harus bagus.

Baca Juga:Dokter Minim, Pelayanan Kesehatan Garut TerancamAlpukat Miki Dilirik Warga Garut, Tak Mengenal Musim Selalu Berbuah

“Kalau itu semua sudah bagus dan perusahaan banyak berinvestor logika nya ya kesempatan kerja gitu ya seperti itu,” tutupnya. (Rizka)

0 Komentar