Lebaran, Antara Agama dan Mode

istimewa
DR. Moch Ilham Anshory
0 Komentar

Oleh Dr. Moch Ilham Anshory, M.Hum – Dosen Bahasa dan Budaya Sunda, Institut Muhammadiyah Darul Arqam Garut.

TIDAK terasa sekarang kita memasuki penghujung bulan Ramadhan 1447 H. Rangkaian ibadah terus dijalani. Ibadah puasa, shalat tarawih dll terus dilaksanakan. Salah satu ibadah yang sering dilakukan di 10 hari terakhir adalah itikaf.

Setelah kumandang adzan magrib di penghujung ramadhan kaum muslimin menunaikan membayar zakat fitrah. Pada tanggal 1 Syawal melaksanakan sholat ‘id.

Idul fitri sebagai awal manusia mencapai kesucian. Kita telah ketahui bersama bahwa esensi puasa adalah mencapai ketaqwaan dan kembali ke fitrah kesucian. Sudah selayaknya kaum muslimin yang telah berjuang sekuat tenaga untuk mencapai ketakwaan dan kesucian pada hari raya idul fitri berbahagia.

Baca Juga:Ramadan Madani, PNM Garut Ajak Karyawan Tingkatkan Literasi HIV/AIDSPNM Garut Salurkan Santunan Ramadan untuk Anak Panti dan Nasabah Terdampak Longsor

Hal itulah esensi puasa yang Sang Khaliq tanamkan kepada umatnya yang disampaikan melalui Rasulullah SAW. Sudah selayaknya sebagai umat muslim memahami itu semua. Jika tidak tercapai seluruhnya minimal ada ikhtiar meningkatnya ketaqwaan. Lalu menjadi menarik apa yang umumnya terjadi di masyarakat?

Seusai idul fitri yang nampak justru seolah fashion show. Mode menjadi pedoman. Allah itu mencintai keindahan.

Indah itu relatif dan tidak harus baru. Setiap orang itu memiliki penilaian keindahan masing-masing. Keindahan menurut si A belum tentu sama dengan keindahan menurut si B.

Masalahnya ketika panduannya mode. Mode mendorong mengubah selera seseorang dari yang tadinya individual menjadi mengikuti umum.

Bisa jadi pada dasarnya tidak tertarik dengan baju model tertentu. Kemudian sekarang sedang menjadi mode, ia mengikuti mode tersebut.

Mode terus berubah. Banyak pengusaha yang gulung tikar akibat tidak bisa mengikuti mode. Mode itu terjadi di berbagai barang.

Perubahan mode paling cepat terjadi pada pakaian. Ada pengusaha kerudung yang gulung tikar karena cepatnya perubahan mode kerudung.

Baca Juga:Pesantren Ekologi Sukses Digelar di SMAN 17 Garut, Siswa Diajak Peduli LingkunganGerakan Pangan Murah Digelar di Garut, Polres Siapkan 5 Ton Beras Jelang Lebaran

Mengikuti mode berdampak dalam berbagai hal. Pertama terjadinya inflasi pada sebuah produk.

Telah kita ketahui bersama, bahwa dalam ekonomi adanya hukum permintaan dan penawaran. Ketika mode tertentu sedang menjadi trend, maka permintaannya menjadi tinggi sehingga secara otomatis terjadi peningkatan harga.

0 Komentar