GARUT – SMAN 17 Garut sukses menggelar kegiatan Pesantren Ekologi selama aktivitas pembelajaran di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Program ini menjadi upaya sekolah dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus membangun karakter siswa melalui pendekatan spiritual dan sosial.
Sekretaris Kegiatan Pesantren Ekologi SMAN 17 Garut, Shella Gita Shellia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk pendidikan karakter berbasis lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan selama Ramadan.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran ekologis, tanggung jawab sosial, serta kecintaan terhadap alam kepada para siswa.
Baca Juga:Gerakan Pangan Murah Digelar di Garut, Polres Siapkan 5 Ton Beras Jelang LebaranBangun Kesadaran Hak Asasi, Warga Binaan Rutan Garut Ikuti Penguatan Kapasitas HAM
“Pesantren Ekologi ini menjadi ruang pembelajaran bagi siswa agar memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari nilai moral dan spiritual,” ujar Shella.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah arahan Kepala SMAN 17 Garut Yani Sundani bersama Ketua Pesantren Ekologi Yusep Abdul Muqit dan didukung para guru di lingkungan sekolah.
Program Pesantren Ekologi ini juga sejalan dengan kebijakan pendidikan berbasis karakter dan kepedulian lingkungan yang didorong oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan, di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam pelaksanaannya, berbagai kegiatan edukatif dilakukan oleh para siswa dan guru. Salah satunya program Poe Ibu atau pengumpulan uang Sapoe Sarebu yang kemudian digunakan untuk kegiatan sosial Rantang Kanyaah, yakni memberikan santunan kepada siswa yatim di lingkungan SMAN 17 Garut.
Selain itu, siswa juga mengikuti kegiatan wakaf Al-Qur’an, pembuatan Jurnal Ramadan, serta berbagai aktivitas kepedulian lingkungan. Pada penutupan kegiatan, seluruh peserta bersama para guru melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian program. Mereka mendapatkan berbagai materi terkait pentingnya berbagi, nilai silih asah, silih asih, silih asuh, menjaga keseimbangan ekosistem, hingga praktik pengelolaan sampah yang baik.
Salah seorang guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 17 Garut menuturkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
