GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus berupaya meningkatkan pemahaman warga binaan terkait nilai-nilai hak asasi manusia (HAM). Salah satunya melalui kegiatan penguatan kapasitas HAM yang digelar bersama Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat pada Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan pegawai Rutan Garut, serta sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang hadir sebagai peserta.
Program ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada warga binaan mengenai pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
Baca Juga:Ngabuburit atau Fashion Show?Hujan Deras Picu Bencana Hidrometeorologi di Pasirwangi, 2 Rumah Rusak dan Jalan Tertutup Material Tanah
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat memberikan penyuluhan mengenai penguatan kapasitas HAM kepada warga binaan.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kesadaran terhadap hak dan kewajiban sebagai bagian dari masyarakat, serta bagaimana nilai-nilai HAM dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga binaan terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan menyampaikan berbagai pertanyaan serta pandangan terkait pemahaman hak asasi manusia.
Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail, mengatakan bahwa kegiatan penguatan kapasitas HAM merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang diberikan kepada warga binaan.
Menurutnya, pembinaan di dalam rutan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan keamanan, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan serta kesadaran warga binaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Penguatan pemahaman mengenai hak asasi manusia ini sangat penting bagi warga binaan. Kami ingin memastikan bahwa selama menjalani masa pembinaan, mereka tidak hanya menjalani hukuman semata, tetapi juga mendapatkan bekal pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka di masa depan,” kata Ismail.
Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ini diharapkan warga binaan dapat memahami bahwa setiap individu memiliki hak yang harus dihormati, sekaligus memiliki kewajiban untuk menghormati hak orang lain.
Baca Juga:83 Orang Hadiri Buka Puasa Bersama di Rutan Garut, Hangatkan Kebersamaan Warga Binaan dan KeluargaPNM Cabang Garut Bagikan Takjil dari Produk Nasabah, Dorong Promosi UMKM di Bulan Ramadan
“Kesadaran tentang HAM menjadi fondasi penting dalam membangun sikap saling menghormati, baik di dalam lingkungan rutan maupun ketika mereka kembali ke tengah masyarakat nanti,” katanya.
