Kunjungan Anggota DPRD Garut ke Taman Satwa Cikembulan: Dorong Perbaikan Infrastruktur dan Konservasi Satwa

Radar Garut
Kunjungan Anggota DPRD Garut ke Taman Satwa Cikembulan
0 Komentar

GARUT – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Golkar, H. Imat Rohimat, yang duduk di Komisi II fraksi Golkar dan mewakili Dapil 1 (Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Leles, Kadungora), melakukan kunjungan kerja ke Taman Satwa Cikembulan.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menyoroti isu konservasi satwa, perizinan wisata, serta infrastruktur pendukung destinasi edukasi satu-satunya di Priangan Timur tersebut.

Dalam kesempatan itu, Imat meninjau kondisi taman satwa dari mulai lingkungan, kandang, pasilitas dan satwa-satwa yang ada di taman satwa. Ia menekankan pentingnya memastikan lingkungan dan kesehatan satwa-satwa yang ada di taman satwa Cikembulan.

Baca Juga:Revitalisasi Pasar Baru Segera Dimulai Usai Lebaran, PKL Akan Direlokasi Sementara Ke Garut PlazaGuru di Garut Keluhkan Pemblokiran Tunjangan Sertifikasi oleh BJB, Ancam Pindah Kredit ke Bank Lain

“Kami melihat kebersihan lingkungan dan kesehatan satwa-satwa di taman satwa Cikembulan ini yang satu satunya taman satwa di Priangan timur yang menjadi kebanggaan warga Garut dan priangan timur. Saya melihat satwa -satwa kondisinya sehat-sehat tapi mungkin pemeliharaan satwa-satwa itu tidak mudah harus telaten dan membutuhkan biaya yang banyak dengan resiko kalau tidak telaten memeliharanya sama saja dibiarkan satwa-satwa itu perlahan akan mati. Tapi Alhamdulillah ditaman satwa Cikembulan ini satwa-satwa nya pada sehat dan terpelihara dengan baik,” ujar Imat.

Imat juga menyoroti fenomena turunnya satwa liar dari kawasan Gunung Guntur dan Kamojang ke pemukiman warga. Ia menyebut hal ini sebagai tanda adanya gangguan ekosistem.

“Saya mendengar dari warga ada ular dan monyet yang turun. Ini jadi PR BKSDA. Saya khawatir karena di atas Gunung Guntur ada retakan lebih dari satu meter. Dengan curah hujan ekstrem, bisa saja terjadi longsor. Ini harus jadi kajian serius,” tegasnya.

Selain isu konservasi, Imat menekankan perlunya perbaikan infrastruktur wisata. Menurutnya, jalan menuju Taman Satwa Cikembulan masih sempit dan kurang layak untuk destinasi yang memiliki potensi besar. Ia mendorong adanya kerja sama dengan perusahaan swasta untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

“Saya sudah mengimbau agar perizinan segera dilengkapi sesuai sistem OSS. Infrastruktur harus diperbaiki, pengelolaan limbah ditingkatkan, dan jalan menuju lokasi diperbesar. Ini wisata edukasi, bukan sekadar hiburan. Anak-anak bisa belajar langsung tentang satwa,” katanya.

0 Komentar