Disdik Garut Terbitkan SE KBM Selama Ramadhan, Sekolah Fokus pada Kegiatan Keagamaan

Radar Garut
Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi
0 Komentar

GARUT – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pengaturan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Kebijakan ini, berlaku bagi seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTS, PKBM, serta pengawas sekolah Se-Kabupaten Garut.

Sekretaris Dinas Pendidikan Garut, Iwan Riswandi, menyampaikan bahwa untuk libur awal ramadhan pada tanggal 16-23 Februari 2026, kemudian KBM dan aktivitas keagamaan dilaksanakan mulai 24 hingga 15 Maret, selanjutnya libur Hari Raya Idul Fitri pada 16 hingga 29 Maret, dan para siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada tanggal 30 Maret 2026.

Baca Juga:Alpukat Aligator Banyak Diminati Warga GarutYudha Puja Turnawan Kunjungi Dua Lansia Korban Bencana di Limbangan

Menurutnya, sesuai arahan dari Gubernur Jawa Barat bahwa jam pelajaran sekolah dimulai pukul 07.30 hingga pukul 12.00 untuk yang 6 hari sekolah, sedangkan untuk yang 5 hari sekolah hingga pukul 14.00.

Iwan mengatakan, kegiatan sekolah selama bulan Ramadhan diarahkan untuk meningkatkan nilai keagamaan, dan beberapa kegiatan positif lain seperti yang diarahkan dari Kemendagri.

“Untuk diarahkan ke peningkatan nilai-nilai keagamaan, kemudian ada juga tiap hari Selasa bersih-bersih, hari Jumat senam, kemudian bersih-bersih gerakan asri dari Kemendagri. Selebihnya disesuaikan dengan jam belajar, kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Menurutnya, untuk tahun sekarang tidak ada arahan untuk kegiatan pesantren kilat yang sering dilakukan, namun yang ada para siswa diberikan buku panduan kegiatan selama bulan Ramadhan yang harus diisi.

“Misalnya mereka melaksanakan kegiatan sholat melaksanakan tadarus seperti di SDN 3 Sukanegla tiap pagi mereka melaksanakan tadarus, kemudian di rumah sholat, ada yang sholat duha, terus sholat duhur, mereka itu mengisi kegiatan itu, terus sholat magrib, terus kalau Isya tarawehan,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut bukan program dari Dinas Pendidikan Garut, melainkan hanya arahan untuk seluruh peserta didik.

“Oh enggak, itu diarahkan untuk semua, kalau pengayaknya seperti tadi, kayak di SDN 3 Sukanegla ada kegiatan tadarus pagi, di tempat yang lain ada SMPN I dan 2 Garut ada sholat dhuha gitu,” sebutnya.

Baca Juga:Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa, Pelaku UMKM Rasakan DampaknyaKonflik Timur Tengah: Bupati Imbau Jemaah Umrah Garut Tunda Keberangkatan

Iwan menambahkan, kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasanya tidak ada kegiatan baru, namun hanya dimanfaatkan sebagai meningkatkan makna Ramadhan.

“Jadi diupayakan kegiatannya tidak menambah kegiatan baru, tapi mereka memanfaatkan jam belajarnya, ada sebagian digunakan untuk peningkatan memaknai Ramadhan,” tutupnya. (Rizka)

0 Komentar