GARUT – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut menegaskan komitmenya untuk terus mendorong pemberantasan Minuman Keras (Miras) yang hingga kini masih marak beredar di sejumlah titik wilayah di Kabupaten Garut.
MUI menyatakan siap bekerja sama dengan Polres Garut serta Pemerintah Kabupaten Garut untuk memastikan penanganan peredaran miras dilakukan secara serius.
Wakil ketua MUI Garut sekaligus ketua Almagari Garut, KH. Aceng Abdul Mujib, mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait peredaran miras.
Baca Juga:Bersaing dengan Thailand, Garut Perjuangkan Festival Layang-Layang Dunia 2026 Digelar di PegununganMengenal 6 Komunitas Sepeda Motor Ternama di Indonesia, dari BAMC hingga MACI
Bahkan, sempat muncul isu adanya oknum aparat yang diduga membekengi peredaran barang haram tersebut.
“MUI kerjasama dengan Polres untuk penanganan itu segera betul-betul di atensi, kebetulan beberapa waktu kebelakang banyak laporan-laporan bahkan ada isu bahwa ini pembackupnya adalah aparat,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.
Ceng Mujib sapaan akrabnya mengapresiasi pihak kepolisian yang menegaskan tidak akan ragu menindak siapa pun yang terbukti terlibat, termasuk jika ada oknum aparat. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu.
“Kita juga sudah ngomong dengan pihak kepolisian jika oknum kepolisian atau siapa saja, mau TNI mau Polisi misalnya yang disebut aparat tertangkap ya harus ditindak tegas, tidak boleh pilih kasih,” ucapnya.
Ia juga menegaskan, bahwa MUI Garut telah lama memberikan masukan dan dorongan kepada Polres Garut dan Pemkab Garut bahkan jauh sebelum memasuki bulan Ramadan ini, agar penanganan miras dilakukan secara terus menerus.
“Kita dari pihak MUI banyak masukan-masukan, mendorong Polres dan Pemda untuk menangani terkait ini, bahkan jauh-jauh sebelum puasa,” tegasnya.
Menurutnya, dari hasil pemantauan dan penindakan yang sudah dilakukan, MUI mencatat bahwa sebagian besar bandar miras berasal dari luar Garut, sementara masyarakat lokal lebih banyak berperan sebagai pemakai.
Baca Juga:Harga Emas Antam Batangan 4 Februari 2026: Naik atau Turun Hari Ini?Garut Memasuki Musim Penghujan, Ini Yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Liburan Ke Swiss Van Java
“Betul, kebanyakan orang luar yang menjadi bandarnya dan yang menyebarkanya orang luar, beberapa yang sudah tertangkap itu orang luar. Orang kitanya itu adalah pemakai,” katanya.
Ceng Mujib menambahkan, wilayah selatan Garut disebut menjadi wilayah dengan peredaran miras paling parah, khususnya di Kecamatan Cibalong, Cikelet, Pamengpeuk, Caringin, hingga kawasan pesisir laut.
