Lewat Program Wira Hebat, UMKM Garut Didorong Naik Kelas dan Serap Tenaga Kerja

(Rizka/Radar Garut)
pelaksanaan Wira Camp, Rabu 4 Februari 2026. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Wira Hebat merupakan salah satu program dari visi-misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Garut, Syakur-Putri, yang menjadi wadah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berkembang.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi dan UKM Garut, Yadi Arriyadi, mengatakan bahwa untuk Wira Hebat pada batch III dimulai dengan orientasi Wira Camp.

Ia menyebutkan, Wira Camp ini mensimulasikan cara untuk menjadi pebisnis, dimulai dari membangun bisnis, tumbuh berkembang, hingga merasakan titik sulit bangkit ketika kondisi bisnis atau usaha diposisi jatuh.

Baca Juga:MUI Garut Desak Penindakan Tegas Peredaran Miras, Siap Kerjasama Dengan Polres dan PemkabBersaing dengan Thailand, Garut Perjuangkan Festival Layang-Layang Dunia 2026 Digelar di Pegunungan

“Jadi di Wira Camp itu akan mensimulasikan kegiatan pebisnis itu seperti apa. Jadi bisnis bagaimana mulai dibangun, kemudian misalkan kalau tumbuh berkembang dia jatuh lagi, kemudian berupaya untuk bangkit lagi seperti apa. Nah di Wira Camp ini disimulasikan life cycle-nya sebagai pebisnis seperti itu,” sebutnya saat diwawancarai seusai pelaksanaan Wira Camp, Rabu 4 Februari 2026.

Yadi menjelaskan, bahwa para calon peserta akan dilakukan seleksi untuk memenuhi persyaratan, total peserta sekitar 427 orang, serta dilakukan beberapa seleksi hingga mengerucut menjadi 40 orang.

Namun menurutnya dari 40 orang ini, sekitar 30 orang sudah memiliki bisnis, untuk 10 orang masih tahap ideasi, artinya mau berbisnis tapi belum mengetahui caranya.

“Jadi yang memenuhi persyaratan yang diumumkan itu boleh datang. Sampai tanggal 28 Januari jumlah pendaftar ada 427 orang. Kemudian dilakukan seleksi administrasi dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan, nah itu mengerucut lagi ke 120 besar. Nah dari 120 besar dilakukan seleksi wawancara sehingga mengerucut pada akhirnya 40 besar ini yang terpilih,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan untuk menggunakan penilaian khusus, ada beberapa penilaian yang menjadi fokus utama.

“Kita menggunakan instrumen penilaian khusus, karena dari tim penilai itu ada dari akademisi, ada proporsi nilai apa yang saja dinilai misalkan seperti itu. Jadi kematangan berbisnis, kemudian juga portofolio-nya, kemudian aspek berdampakan juga itu menjadi bahan penilaian,” jelasnya.

Yadi menyampaikan, ada beberapa kriteria UMKM atau usaha yang bisa mengikuti Wira hebat ini, dari mulai kuliner, fashion, pertanian atau perkebunan, peternakan, hingga jasa dan teknologi.

0 Komentar