Awal Tahun 2026 Kasus Kebakaran di Garut Capai 20 Kejadian, Damkar Catat Konsleting Listrik Jadi Penyebab Utam

(Ale/Radar Garut)
Kejadian kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu, di wilayah perkotaan Garut. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut mencatat sedikitnya 20 kejadian kebakaran yang terjadi selama periode awal tahun 2026 dengan 17 kejadian terjadi di bulan Januari dan 3 lainya terjadi di awal bulan Februari ini.

Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan pada Damkar Garut, Tedi Resdianto, mengatakan bahwa dari 17 kejadian kebakaran di bulan Januari 2026 sebagian besar disebabkan oleh konsleting listrik.

“Kebetulan yang 17 kejadian itu ada beberapa akibat, salah satunya 9 kejadian akibat konsleting listrik, kebocoran gas ada 1, akibat tungku atau kompor 1, sisanya masih belum diketahui,” ujar Tedi, saat ditemui di Mako Damkar, pada Rabu 4 Februari 2026.

Baca Juga:Lewat Program Wira Hebat, UMKM Garut Didorong Naik Kelas dan Serap Tenaga KerjaMUI Garut Desak Penindakan Tegas Peredaran Miras, Siap Kerjasama Dengan Polres dan Pemkab

Memasuki bulan Februari 2026, Damkar Garut kembali menangani tiga kejadian kebakaran, masing-masing terjadi di Kecamatab Cilawu, Malangbong dengan objek kebakaran sepeda motor, serta kandang ayam di wilayah Samarang.

Tedi mengatakan, dibandingkan periode yang sama pada Januari 2025, angka kejadian kebakaran mengalami penurunan. Ia berharap penurunan tersebut bisa terus berlanjut agar tidak menimbulkan dampak sosial atau kerugian yang lebih banyak.

“Alhamdulillah di periode yang sama di bulan Januari 2025 ada penurunan, mudah-mudahan selanjutnya tidak ada kejadian lagi karena kalau ada kejadian kasihan kan, terutama efek kemiskinan akan makin bertambah,” katanya.

Berdasarkan data Damkar Garut, wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak berada di wilayah Limbangan. Selain kerugian materi, kebakaran tersebut juga menimbulkan korban jiwa.

Tedi menjelaskan, salah satu kejadian kebakaran yang sampai merenggut nyawa itu menimpa salah satu orang tua dan anak di Jalan Pembangunan, serta satu korban lainnya terjadi di wilayah Limbangan.

“Jadi ketika anggota Damkar sampai ke TKP, kebetulan warga sudah membawa korban ke rumah sakit terdekat, itu sudah terjebak khususnya yang di Limbangan. Kalau yang di Jalan Pembagunan menurut informasi yang didapat tersengat aliran listrik,” jelasnya.

Saat proses penanganan kebakaran, Tedi memastikan bahwa petugas tidak mengalami kendala serius. Hanya saja, keterlambatan laporan dari masyarakat masih kerap terjadi.

Baca Juga:Bersaing dengan Thailand, Garut Perjuangkan Festival Layang-Layang Dunia 2026 Digelar di PegununganMengenal 6 Komunitas Sepeda Motor Ternama di Indonesia, dari BAMC hingga MACI

“Selama proses penyelamatan alhamdulillah tidak ada kendala berarti, cuman kadang warga melapor ketika kejadianya jam 9 tapi melapornya jam 9 lebih, tapi kami selalu siap siaga,” ucapnya.

0 Komentar