“Bahwa kita itu masih memiliki jumlah masyarakat yang termasuk desil 1 masih banyak sekali. Di Garut ada kurang lebih 317.000 orang yang termasuk miskin ekstrim. Kalau ditotalkan 1 sampai 5 itu hampir 1,8 juta. Jadi sejatinya, masalah Garut adalah masalah kemiskinan. Oleh sebab itu, maka kita akan melakukan berbagai macam upaya untuk mengurangi kemiskinan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, terkait rencana peluncuran produk UMKM dalam rangkaian kegiatan NU, dan ini harus didorong agar produk lokal bisa dikenal.
“Dan tadi saya dengar juga bahwa akan ada launching produk-produk UMKM, produk peci, tadi saya dengar juga sarung juga, mineral juga. Itu semua harus kita dorong supaya pasar yang kita miliki ini benar-benar bisa menyerap produk lokal,” ungkapnya.
Baca Juga:Harga Emas Hari Ini 26 Januari 2026: Lonjakan Drastis Antam Bikin Tabungan Anda Makin BerhargaTata Cara Pembuatan AJB Dipertanyakan, Tanpa Dihadiri Penjual dan Pembeli Bisa Terbit
Syakur menambahkan, pihaknya berharap kedepan ketika ada event pengajian, event haol, agar memanfaatkan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pemerintah Kabupaten Garut akan siap membantu, ini akan bantuan seperti tenda ya, atau tadi saya sampaikan, kalau perlu juga kita bantu dengan pinjaman yang bunganya ringan. Supaya apa? Supaya ekonomi di Kabupaten Garut semakin tumbuh dan berkembang,” tambahnya.
Ia berharap, untuk kedepan agar NU terus ikut andil untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Garut, meskipun terbilang berat.
“Oleh itu, saya berharap bahwa ke depan NU banyak fokus juga pada upaya-upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ini meskipun agak berat, tapi saya yakin, karena tadi saya bilang kita punya pasar yang banyak,” tutupnya. (Rizka)
