Bupati Garut Dorong NU Perkuat Peran Strategis Bangun Daerah, Soroti Kemiskinan dan Ekonomi

Istimewa
Bupati Garut Dorong NU Perkuat Peran Strategis Bangun Daerah, Soroti Kemiskinan dan Ekonomi. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mendorong Nahdhatul Ulama (NU) untuk memperkuat perannya dalam membangun Garut kedepan, terutama dalam beberapa bidang.

Syakur menyampaikan, ucapan selamat kepada para pengurus NU atas capaian umur satu abad, serta turut andil dalam kemajuan Garut.

“Pertama, saya memberikan salamat pada NU yang sudah mencapai umur satu abad ya, kami merasakan sekali begitu banyak dan besar pengurus NU bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Garut,” ujarnya seusai menghadiri Hari Lahir NU Satu Abad 1926-2026, di Lapangan SOR Adiwijaya Ciateul.

Baca Juga:Harga Emas Hari Ini 26 Januari 2026: Lonjakan Drastis Antam Bikin Tabungan Anda Makin BerhargaTata Cara Pembuatan AJB Dipertanyakan, Tanpa Dihadiri Penjual dan Pembeli Bisa Terbit

Menurut Syakur, dalam bidang pendidikan, lembaga yang dibawah naungan Ma’arif NU memberikan kontribusi besar atas pendidikan di Garut.

“Kalau bidang pendidikan, saya sebenarnya tidak ragu lagi beberapa lembaga, lembaga-lembaga Ma’arif ada juga lembaga-lembaga yang luar Ma’arif tadi yang diperkuatkan ya, yang sudah berikan kontribusi kepada masyarakat Garut,” katanya.

Selain bidang pendidikan, kata Syakur, bidang kesehatan pun seperti Fatayat dan Musimat NU telah berkontribusi besar untuk terus berupaya menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta pencegahan stunting.

“Masalah bidang kesehatan juga sudah banyak secara umum barangkali saya sampaikan apapun itu bahwa Fatayat dan Muslimat banyak berkontribusi untuk kita melakukan pembangunan di bidang kesehatan, mulai dari layanan ibu dan anak sampai program gizi masyarakat,” katanya.

Syakur pun menyoroti bidang Ekonomi, menurutnya bidang ekonomi ini menjadi tantangan terbesar bagi Garut.

Ia menyampaikan, pengeluaran per kapita masyarakat Garut masih tergolong rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat.

“Jadi kita mengetahui bahwa Garut itu adalah salah satu pemerintahan dengan pengeluaran per kapita yang rata-rata kecil. Jadi kalau secara umum rata-rata Jawa Barat itu pengeluarannya per kapita per tahun itu rata-rata 12 juta, Garut itu baru 8 juta, ini jumlahnya masih jauh di harapan kita,” tuturnya.

Baca Juga:Banyak Petani Kena Tipu, Jual Hasil Tanaman Disarankan Harus Timbang BayarSampah di Pantai Jadi Sorotan, Disparbud Garut Akan Benahi dan Siapkan Langkah Perbaikan Jelang Lebaran

Menurutnya, dengan kondisi tersebut akan berdampak pada tingginya angka kemiskinan di daerah, terutama di Kabupaten Garut.

Ia menjelaskan, bahwa terdapat sekitar 317 ribu warga Garut yang masuk kategori miskin ekstrem. Sementara, total penduduk yang masuk kedalam desil 1 hingga 5 itu mencapai hampir 1,8 juta.

0 Komentar