RADARGARUT.ID – Canggihnya teknologi saat ini dapat menjadi pedang bermata dua bagi masyarakat, di mana para penipu semakin ahli menyusun strategi manipulasi untuk menjerat korban.
Dampaknya sangat serius, mulai dari kebocoran data sensitif hingga terkurasnya saldo rekening akibat kelalaian sesaat.
Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk tetap sadar informasi mengenai cara kerja kejahatan siber guna membangun benteng pertahanan digital yang lebih kuat.
Baca Juga:Nyaris Tenggelam di Pantai Karangpapak Garut, Dua Wisatawan Berhasil Diselamatkan SatpolairudMinum Miras di Pinggir Jalan, Dua Warga Terjaring Patroli Samapta Polres Garut
Mengapa Modus Penipuan Online Semakin Marak di 2025
Tahun 2025 secara eksplisit menandai puncak kemajuan teknologi digital yang masif. Hampir seluruh aspek kehidupan kini terintegrasi penuh dengan internet dari transaksi perbankan yang krusial hingga rutinitas harian.
Kemudahan ini sejatinya membawa manfaat signifikan, namun secara bersamaan, membuka celah krusial bagi pelaku kejahatan siber untuk menginfiltrasi sistem.
Aksesibilitas yang meluas secara langsung memperbanyak pintu masuk bagi beragam modus penipuan online untuk menjebak korban.
Faktor determinan lain yang memperburuk situasi adalah minimnya literasi digital yang memadai di tengah masyarakat.
Banyak pengguna belum mampu memvalidasi keaslian situs atau pesan mereka juga cenderung mengabaikan terhadap proteksi data esensial seperti OTP, PIN, dan detail login.
Ketiadaan edukasi dasar ini secara sistematis menjadikan publik sebagai target rentan para penipu, terutama jika kebiasaan memverifikasi informasi secara kritis tidak terbangun kuat.
Daftar 6 Modus Penipuan Online Yang Harus Diwaspadai
1. Manipulasi Identitas dan Penyamaran Digital
Di sepanjang tahun 2025 ini, penyalahgunaan identitas masih menjadi instrumen utama dalam berbagai skema penipuan online.
Baca Juga:DPRD Garut Soroti MBG: Anak Diminta Datang ke Sekolah saat Libur, Porsi Diduga BerkurangUMKM Garut Berpeluang Besar Masuk Program MBG, PT Mandala 525 Jadi Penjamin Mutu
Para pelaku secara sengaja menyamar sebagai figur yang memiliki otoritas atau kredibilitas tinggi, mulai dari representasi lembaga pemerintah, institusi perbankan, hingga tokoh publik ternama.
Strategi ini bertujuan untuk membangun ilusi kepercayaan sesaat, sehingga calon korban tanpa sadar bersedia mengikuti instruksi atau menyerahkan data sensitif mereka.
Mengenali identitas palsu sebenarnya bisa dilakukan dengan ketelitian ekstra. Biasanya, terdapat anomali pada nama akun yang menggunakan penulisan tidak standar, penggunaan foto profil hasil kurasi internet yang tidak autentik, hingga usia akun yang sangat baru tanpa rekam jejak aktivitas yang logis.
