GARUT – Akibat insiden pengeroyokan seorang emak-emak di kawasan pintu tiket pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, menyebabkan turunnya kunjungan ke pantai legendaris ini.
Diantara kalangan yang mendapatkan imbas dari turunnya pengunjung adalah para bakul ikan (penjual ikan) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pantai Santolo.
Dari beberapa video amatir di medsos, para bakul ikan itu mengeluh karena omset mereka menjadi turun drastis akibat turunnya pengunjung.
Baca Juga:Upah yang Diberikan Lapas Garut ke Narapidana Ada yang Melebihi UMK GarutKacau, Petugas Jaga Perlintasan Kereta Api di Garut Diduga Mabuk
Wakil Sekjend DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat, Dadel Lukman Nurhakim, menyampaikan rasa prihatinnya atas insiden seperti ini. Menurut Dadel, kejadian keributan di Santolo sebetulnya sudah sering berulang.
Menurutnya, keributan di pantai Santolo sudah menjadi persoalan yang klasik, karena banyak kepentingan di dalamnya.
Terlebih, di pantai Santolo ini cukup kompleks, karena ada banyak kalangan yang mencari penghidupan di sana. Diantaranya ada kalangan nelayan, pengusaha penginapan, para pemuda dan bahkan ada LAPAN.
Menurut Dadel, untuk mentertibkan pantai Santolo diperlukan ketegasan pemerintah daerah, kemudian juga membuat aturan yang tegas dan menyediakan keamanan yang cukup.
“Terutama di musim-musim tertentu seperti liburan tahun baru, idul fitri, harusnya pemerintah daerah itu mengundang semua pihak yang berkepentingan di sana. Dibuatlah aturan yang jelas terkait berapa retribusi, parkir dan lainnya. Diundang itu semua pihak oleh Bupati. Dibuat aturan yang kondisional saja khusus momen tertentu,” kata Dadel.
Menurutnya, metode seperti ini pernah diterapkan ketika era kepemimpinan Diki Candra menjadi Wakil Bupati. Ketika momen tertentu, semua pihak di pariwisata pantai itu dipanggil.
“Di sini membutuhkan semacam regulasi yang khusus apakah itu perbup, perda atau surat edaran lan, atau apapun. terutama Garut ini kan salah satu kabupaten yang memaksimalkan PAD dari pariwisata. Kalau misalkan ada regulasi kesepakatan bersama berembug pemerintah keamanan dan SDM paling bawah itu ada kesepakatan bersama, saya rasa tidak terjadi seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga:Aksi Pencurian Motor di Kadungora Garut Berhasil Diringkus PolisiWarga Girijaya Cikajang Pertanyakan TPT Sungai Ambruk, Padahal Belum Lama Dibangun
Yang terjadi sekarang di Santolo kata Dadel, cukup rumit. Banyak kepentingan oknum-oknum masyarakat yang tidak terkendali sehingga akhirnya sering terjadi keributan terkait retribusi.
