Mantan Ketua Persigar Siap Jika Ditunjuk Jadi Ketua Askab PSSI Garut

Mantan Ketua Persigar Garut, Dadang Johar Arifin. (Ale/Radar Garut)
Mantan Ketua Persigar Garut, Dadang Johar Arifin. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

Ia menilai, pengurus sebaiknya diisi oleh para pelaku sepak bola, pemerhati, serta individu yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

Dengan demikian, setiap program dapat dijalankan secara terukur dan mampu menjawab kebutuhan sepak bola di Kabupaten Garut.

“Kalau berbicara tentang kepemimpinan, tidak semuanya harus dikerjakan sendiri oleh ketua. Ada perangkat organisasi yang harus diberi ruang untuk menyampaikan pemikiran, berdiskusi, dan mengambil keputusan bersama sesuai tugasnya,” jelasnya.

Baca Juga:Soroti Kebakaran TPA Pasirbajing, DPRD Desak Pemkab Garut Hentikan Sistem Open DumpingKNPI Garut Desak BPS-Dinsos Perjelas Perubahan Data Desil

Selain pembenahan organisasi, Dadang menilai pembinaan sepak bola harus dimulai sejak anak-anak berusia dini, antara lain pada kelompok usia 7, 9, dan 12 tahun. Pembinaan tersebut perlu dilaksanakan secara berjenjang agar kemampuan pemain berkembang sesuai tahapan usia.

Ia menegaskan, siapa pun yang nantinya dipercaya mengelola sepak bola Garut harus mampu mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Terkait kemungkinan kembali terlibat dalam pengelolaan sepak bola daerah, Dadang menyatakan kesiapannya untuk memberikan pemikiran dan kontribusi apabila mendapat kepercayaan dari para pelaku serta pemerhati sepak bola.

Dengan pengalaman yang dimilikinya, Dadang berharap Garut semakin mampu mengoptimalkan potensi pemain lokal dan melahirkan talenta-talenta yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (Ale)

0 Komentar