Pemerintah Kabupaten Garut pun menyadari potensi besar ini. Upaya penataan berkali-kali dilakukan agar Ceplak tetap nyaman dikunjungi tanpa menghilangkan kesan “merakyat”-nya.
Bagi warga lokal, Ceplak adalah tempat bernostalgia, bagi wisatawan Pasar Ceplak adalah gerbang untuk mengenal jati diri Garut melalui rasa.
Menjaga Warisan di Tengah Modernitas
Menjaga kelestarian Ceplak bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga para pedagang yang menjaga kualitas rasa secara turun-temurun.
Baca Juga:Toyota Avanza 2026 Resmi Meluncur: MPV Keluarga yang Kini Lebih MewahCurug Jagapati: Surga Air Terjun Bertingkat Tersembunyi di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi
Banyak lapak di Ceplak yang kini dikelola oleh generasi kedua atau ketiga, mempertahankan resep rahasia keluarga yang telah ada sejak puluhan tahun lalu.
Jika Anda berkesempatan mengunjungi Garut, berjalan kaki menyusuri Jalan Siliwangi di malam hari adalah sebuah kewajiban.
Aroma asap bakaran ayam, wangi gurih surabi di atas tungku, dan riuhnya percakapan pengunjung akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan.
Ceplak bukan sekadar tempat makan; ia adalah identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Garut yang terus melegenda hingga hari ini.(*)
