RADARGARUT– Kabupaten Garut tak hanya dikenal dengan panorama gunungnya yang menawan atau kerajinan kulitnya yang mendunia.
Bagi para pemburu takjil dan pecinta kuliner tradisional, nama “Pasar Ceplak” adalah sebuah legenda. Terletak di ruas Jalan Siliwangi, pusat kota Garut, kawasan ini telah menjadi saksi bisu transformasi budaya makan masyarakat Garut dari masa ke masa.
Akar Nama: Filosofi “Nyeplak” yang Bersahaja
Secara etimologi, nama Ceplak berasal dari bahasa Sunda, yaitu nyeplak. Kata ini menggambarkan suara yang dihasilkan saat seseorang mengunyah makanan dengan lahap hingga mengecap.
Baca Juga:Toyota Avanza 2026 Resmi Meluncur: MPV Keluarga yang Kini Lebih MewahCurug Jagapati: Surga Air Terjun Bertingkat Tersembunyi di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi
Dalam budaya makan tradisional, nyeplak sering kali menjadi indikator bahwa makanan yang disantap terasa sangat nikmat dan ketagihan.
Sejarah mencatat bahwa kawasan ini mulai berdenyut sebagai pusat kuliner sejak era 1970-an.
Awalnya, Jalan Siliwangi hanyalah area pertokoan biasa. Namun, ketika matahari terbenam dan toko-toko mulai tutup, para pedagang makanan kaki lima mulai menggelar lapaknya.
Suasana riuh rendah orang yang makan dengan lahap sambil mengeluarkan suara “ceplak” itulah yang akhirnya melekat menjadi nama kawasan tersebut.
Evolusi dari Kaki Lima Menjadi Ikon Wisata
Pada masa awalnya, Ceplak bukanlah sebuah destinasi wisata kuliner yang tertata seperti sekarang. Dulu, para pedagang hanya menjajakan makanan rumahan sederhana seperti nasi liwet, gorengan, dan minuman hangat.
Namun, seiring dengan meningkatnya arus wisatawan yang berkunjung ke Garut, Ceplak bertransformasi menjadi “dapur malam” bagi kota ini.
Keunikan Ceplak terletak pada keragaman menu yang ditawarkan. Di sini, pengunjung bisa menemukan spektrum kuliner yang luas, mulai dari:
Baca Juga:OJK Peringatkan Pelaku Galbay Pinjol Bahwa Utang dan Denda Tetap BerjalanTol Getaci Sepi Peminat: Investor Ogah Masuk karena Proyeksi Lalu Lintas Rendah
Makanan Tradisional: Surabi, awug, rangicok, hingga sekoteng.Lauk Pauk Khas: Ayam goreng legendaris, pepes ikan, dan sambal dadak yang pedasnya membakar lidah.Kuliner Modern: Martabak, seafood, hingga jajanan kekinian yang menyesuaikan lidah generasi Z.
Simbol Ekonomi Kerakyatan Garut
Lebih dari sekadar tempat makan, Pasar Ceplak adalah urat nadi ekonomi bagi ratusan UMKM di Garut. Kawasan ini beroperasi mulai pukul 16.00 WIB hingga tengah malam.
Keberadaannya membuktikan bahwa sektor kuliner mampu bertahan melintasi zaman, bahkan tetap eksis di tengah gempuran kafe-kafe modern dan restoran cepat saji.
