RADARGARUT– Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Garut pada Sabtu 11 April 2026 malam kembali memicu bencana tanah longsor.
Kali ini, longsor terjadi di empat titik sepanjang jalur utama Banjarwangi-Singajaya, tepatnya di Kampung Ciawitali, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi. Kejadian ini sempat memutus akses lalu lintas, menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas dengan lancar dan memicu kekhawatiran di kalangan warga setempat.
Menurut informasi dari Polsek Banjarwangi, longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Banjarwangi mulai pukul 17.30 WIB hingga 19.40 WIB.
Baca Juga:Toyota Avanza 2026 Resmi Meluncur: MPV Keluarga yang Kini Lebih MewahCurug Jagapati: Surga Air Terjun Bertingkat Tersembunyi di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi
Material tanah dan bebatuan yang longsor menutupi badan jalan di beberapa titik rawan. Dua di antaranya bahkan menutup total badan jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali.
Sementara itu, dua titik lainnya hanya menutup sebagian jalan, sehingga masih bisa dilalui secara terbatas dengan hati-hati.
Respons Cepat Aparat dan Tim Gabungan
Kapolda Polsek Banjarwangi, IPDA Ipar Suparlan, langsung turun ke lokasi bersama unsur terkait untuk melakukan penanganan darurat.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kami bersama tim gabungan langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk percepatan penanganan,” ujarnya.
Proses pembersihan material longsor dilakukan secara manual oleh tim gabungan yang melibatkan Polsek Banjarwangi, Danposmil Banjarwangi, tim dari Dinas PUPR Jalur Banjarwangi, serta relawan masyarakat setempat.
Dengan kerja sama yang solid, material longsoran berhasil dibersihkan dalam waktu relatif singkat. Hingga Minggu pagi, jalur Banjarwangi-Singajaya sudah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan lancar.
Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap mengikuti arahan di lapangan selama proses evakuasi berlangsung, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga:OJK Peringatkan Pelaku Galbay Pinjol Bahwa Utang dan Denda Tetap BerjalanTol Getaci Sepi Peminat: Investor Ogah Masuk karena Proyeksi Lalu Lintas Rendah
“Kami minta warga dan pengendara tetap waspada dan mematuhi petunjuk petugas di lokasi,” tambahnya.
Kondisi Geografis dan Risiko Berulang
Wilayah selatan Garut, termasuk Kecamatan Banjarwangi, memang dikenal sebagai daerah rawan longsor karena topografinya yang berbukit dan sering mendapat curah hujan tinggi, terutama pada musim hujan.
