GARUT – Kabupaten Garut beberapa waktu lalu masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut sebelumnya menyebutkan Garut mulai memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
Maka dari itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat telah memberikan pernyataan resmi pada awal Maret 2026 terkait kondisi musim kemarau.
Sekretaris BPBD Garut, Abud Abdullah menyampaikan pernyataan resmi dari BMKG Pusat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau di tahun 2026, lebih cepat dari normalnya dan lebih kering dari biasanya.
Baca Juga:Penataan PKL Pasar Ciawitali Akan Dimulai dari Marka JalanSMPN 2 Bayongbong Sudah Setahun Dijabat Plt, Disdik Garut Didesak Segera Angkat Definitif Kepsek
Menurut Abud, musim kemarau yang diprediksi akan lebih cepat dan lebih kering dari biasanya ini akibat dari Siklon Tropis Narelle.
“Ini sebagai akibat daripada Siklon Tropis Narelle ya, jadi apa siklon itu, itu badai kuat di atas laut yang dipengaruhi atau dibentuk oleh sistem tekanan rendah di Samudera Hindia,” ujarnya.
Ia menyampaikan, ciri-ciri dari badai ini ialah adanya angin kencang, hujan lebat dan gelombang tinggi, serta kondisi badai ini sudah menjauh dari Indonesia.
“Tapi syukur Alhamdulillah badai ini sekarang sudah menjauh dari Indonesia. Sudah melalui ke arah selatan gitu, ke Australia dan sebagainya, sudah menjauh,” katanya.
Namun, menurutnya memang tidak ada dampak secara langsung yang dirasakan di daratan Indonesia, melainkan adanya dampak tidak langsung yaitu berupa cuaca ekstrem.
Ia menerangkan, untuk wilayah Kabupaten Garut diprediksi akan mengalami awal musim kemarau pada bulan Mei dan awal Juni 2026.
“Untuk awal musim kemarau di Garut itu diprediksi pada sekitar bulan Mei dan awal Juni 2026, dan puncak kemarau itu akan berlangsung sekitar bulan Agustus 2026,” terangnya.
Baca Juga:Bupati Garut: PNS Baru Jangan Terburu-buru Pinjamkan SK ke BankKejurda Voli U-18 Digelar di Garut, Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Ia mengatakan, informasi dari BMKG Pusat ini sebagai peringatan dini bagi masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Garut, agar segera mengambil langkah antisipasi yang harus dilakukan oleh semua stakeholder, bahkan masyarakat.
“Artinya tentu dengan adanya informasi ini kita melakukan langkah-langkah ya, terutama langkah-langkah kesiapsiagaan,” kata Abud.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Garut selalu memberikan semua iformasi apapun terkait cuaca yang terbaru.
