Dari Hutan Belantara Menuju Jantung Perdagangan Garut: Jejak Panjang Jalan Pengkolan

(Istimewa)
Sejarah Jalan Pengkolan Garut (Istimewa)
0 Komentar

Memasuki masa kemerdekaan hingga kini, Pengkolan tetap mempertahankan perannya sebagai pusat perekonomian Garut. Meski telah mengalami modernisasi dengan trotoar yang lebih tertata, bangunan toko yang lebih rapi, dan lalu lintas yang lebih padat, jiwa kawasan ini sebagai “jantung kota” tak pernah pudar.

Saat ini, Pengkolan identik dengan pasar tradisional, toko fashion, kuliner malam seperti Pasar Ceplak di sekitar Jalan Siliwangi, serta berbagai usaha kecil-menengah.

Bagi generasi muda, ia menjadi tempat nongkrong dan berburu barang murah, sementara bagi yang lebih tua, ia menyimpan nostalgia tempo dulu ketika Pengkolan masih penuh dengan toko khas Cina dan suasana kolonial.

Baca Juga:Indonesia Resmi Dapat Pasokan BBM dan LPG Pengganti dari Timur TengahGarut Siap Jadi Tuan Rumah Bergengsi: Kejurda Voli U-18 Jabar 2026

Transformasi Pengkolan mencerminkan perkembangan kota Garut secara keseluruhan. Dari hutan belantara yang sepi menjadi kawasan perdagangan legendaris, Jalan Pengkolan telah melewati berbagai era mulai dari kolonial, pendudukan, kemerdekaan, hingga reformasi.

Pengkolan bukan hanya ruas jalan biasa, melainkan simbol ketangguhan ekonomi masyarakat Garut yang mampu beradaptasi dengan zaman. Di tengah arus modernisasi, Pengkolan tetap menjadi ikon pariwisata dan ekonomi lokal yang selalu ramai, terutama menjelang hari raya atau akhir pekan.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Garut, melewati atau berbelanja di Jalan Pengkolan adalah pengalaman wajib. Di balik hiruk-pikuk kendaraan dan deru aktivitas dagang, tersimpan cerita panjang tentang bagaimana sebuah kawasan sederhana bisa menjadi pusat kehidupan kota.

Pengkolan mengajarkan bahwa sejarah bukan hanya catatan masa lalu, melainkan fondasi yang terus menopang masa depan. Semoga kawasan bersejarah ini tetap terjaga keasliannya sambil terus berkembang, menjadi kebanggaan warga Garut di masa mendatang. (*)

0 Komentar