Selama Ramadhan, Mahasiswa STIT Qurrota A’yun Garut Salurkan Takjil dan Santunan ke Madrasah

istimewa
Selama Ramadhan, Mahasiswa STIT Qurrota A’yun Garut Salurkan Takjil dan Santunan ke Madrasah
0 Komentar

GARUT – Semangat berbagi selama bulan suci Ramadan diwujudkan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Qurrota A’yun Garut melalui aksi sosial bertajuk Ramadhan Berbagi. Kegiatan tersebut menyasar sejumlah madrasah dan masjid dengan keterbatasan fasilitas di berbagai wilayah pelosok Kabupaten Garut.

Diketahui, aksi sosial itu dilaksanakan di enam kecamatan, yakni Samarang, Pasirwangi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Cisurupan, dan Cikajang. Hal itu merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan kampus, melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (HIMMAPIQA), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HIMPAUQA), serta Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (HIMAMIQSA).

Presiden Mahasiswa BEM STIT Qurrota A’yun, Moh. Padlan Asubki mengatakan bahwa kegiatan ini difokuskan pada lokasi yang selama ini jarang tersentuh bantuan, khususnya lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.

Baca Juga:150 CPNS Resmi Diangkat Jadi PNS, Bupati Garut Tekankan Integritas dan PengabdianWisata Garut Melejit di Libur Lebaran 2026, Pantai Selatan Jadi Primadona Baru

“Kami ingin hadir bukan hanya di ruang akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya madrasah dan masjid di daerah yang membutuhkan perhatian lebih,” katanya, Senin, 6 April 2026.

Dalam pelaksanaannya, dijelaskan Padlan, mahasiswa tidak hanya membagikan paket takjil untuk berbuka puasa, tetapi juga menyalurkan santunan serta menjalin komunikasi dengan pengurus madrasah dan masyarakat.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk memetakan kondisi riil fasilitas pendidikan keagamaan di wilayah Garut,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, menurut Padlan, Ormawa STIT Qurrota A’yun Garut berharap dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan menginspirasi berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam pemerataan fasilitas pendidikan keagamaan, khususnya di wilayah Kabupaten Garut.

Sementara, Ketua STIT Qurrota A’yun Garut, Ahmad Najib Komarudin memberikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa dalam menjalankan kegiatan sosial tersebut. Ia menilai, aksi ini mencerminkan nilai-nilai kepedulian dan pengabdian yang harus dimiliki oleh insan akademik.

“Kegiatan ini sangat positif, karena mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat membawa manfaat nyata. Ini bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

0 Komentar