GARUT – Realisasi komoditas Jagung di Kabupaten Garut terlihat meningkat pada tahun 2025 mencapai 458.978 ton, berbeda dengan tahun 2024 sebelumnya hanya sekitar 432.252 ton.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Garut Ardhy Firdian.
“Realisasi produksi jagung 2025 sebanyak 458.978 ton dari luas panen 60.230 hektare,” ujarnya.
Ardhy mengatakan, produksi jagung masih di bawah target Dinas Pertanian Garut tahun 2025 sebesar 521.662 ton. Untuk mengejarnya, pemanfaatan lahan tidur akan dioptimalkan bersama pihak kepolisian.
“Kita memanfaatkan lahan-lahan yang kurang produktif,” katanya.
Baca Juga:Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Garut Gelar Razia Gabungan APHPelantikan PNS di Garut, Bupati Tekankan Integritas dan Peran sebagai Pelayan Masyarakat
Ia menyebutkan, sebaran lahan jagung di Kabupaten Garut hampir terdapat di setiap kecamatan. Akan tetapi, kawasan yang selama ini menjadi sentra utama dengan area paling luas berada di wilayah Garut bagian utara.
“Di wilayah utara memang diuntungkan dengan kondisi cuaca yang lebih memungkinkan dibanding wilayah selatan,” sebutnya.
Ia menambahkan, alasan utama para petani Garut cukup tertarik untuk menanam Jagung itu dikarenakan kondisi iklim yang sesuai, relatif mudah untuk di budidayakan, serta memiliki nilai ekonomi.
“Dominan kalau jagung untuk pakan ternak, minat menanam jagung karena agroklimat sesuai, relatif ringan dalam budidayanya, nilai ekonominya cukup menjanjikan,” pungkasnya. (Rizka)
