GARUT – Persatuan Istri Janda Asli Garut (PIJAG) memiliki ribuan anggota-anggota dibeberapa kecamatan terutama di Cibatu, Leuwigoong, Kadungora, Cibiuk, Garut Kota. Anggotanya harus berstatus janda, baik janda kaya maupun janda miskin.
“Janda miskin anggota PIJAG, didampingi perkaranya dan disantuni. Termasuk pemberian sembako kepada janda yang betul-betul betul miskin. Janda kaya berbagi sebagai kepedulian sosial terhadap janda miskin, ” kata Ketua PIJAG Enung Suryati.
PIJAG merupakan organisasi janda yang tak terapiliasi partai politik. Kegiatannya fokus terhadap sosial kemanusiaan.
Baca Juga:Demi Keselamatan, Warga Garut Sukarela Tebang Pohon yang Menjuntai ke JalanRekap Usai Libur Lebaran, Ternyata Garut Dilanda 15 Bencana yang Didominasi Cuaca Ekstrem dan Longsor
Biaya kegiatan sosial (santunan) sumbangan dari janda kaya. Diantaranya, janda kaya yang menjadi donatur.
Kegiatan sosial pemberian sembako kepada para janda miskin, sempat diselenggarakan di Cijeler, Leuwigoong. Kegiatan serupa bakal digelar lagi di Neglasari, Kadungora.
Selain itu, para janda miskin anggota PIJAG yang menghadapi permasalahan sosial, didampingi penangannya oleh Pengurus PIJAG.
Pendampingan dilakukan secara online dan ofline, tergantung situasi kondisi.
Salah satu janda tua yang mendapat pendampingan persoalan adalah E. Ratnasih (86) warga Cibatu. Bahkan dia untuk sementara tinggal di rumah Enung Suryati.
Konsultasi sesama janda sering dilakukan PIJAG, untuk menambah wawasan para anggota. Termasuk membahas UU Perkawinan.(Pepen Apendi)
