RADARGARUT– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Jumat 3 April 2026 kembali memicu serangkaian bencana hidrometeorologi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat setidaknya lima kejadian bencana di wilayah Kecamatan Garut Kota, terdiri dari empat titik banjir dan satu tanah longsor.
Puluhan rumah warga terendam, fasilitas pendidikan tergenang, serta beberapa warung terancam rusak, membuat ratusan warga harus mengungsi sementara.
Baca Juga:Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 untuk Ketiga Kalinya, Gravina dan Buffon Mundur Secara DramatisPolres Garut Kerahkan Personel Amankan Perayaan Jumat Agung: Jamin Keamanan dan Kekhusyukan Ibadah Uma
Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, pada Sabtu 4 April 2026, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air di saluran drainase meluap dan tanah di beberapa titik menjadi labil.
“Terjadi lima kejadian bencana di wilayah Kecamatan Garut Kota yang terdiri atas empat kejadian banjir dan satu kejadian tanah longsor,” ujarnya.
Salah satu kejadian paling mencolok adalah longsornya tembok penahan tanah di pemakaman umum Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon.
Longsor tersebut merobohkan satu unit warung milik warga, sementara dua warung lainnya dalam kondisi terancam. Material tanah dan batu yang longsor berpotensi membahayakan area sekitar, terutama mengingat lokasi pemakaman yang berada di kawasan padat penduduk.
Sementara itu, banjir melanda empat kelurahan di Garut Kota, yaitu Ciwalen, Regol, Sukamentri, dan Kota Wetan. Genangan air merendam pemukiman warga, fasilitas umum, serta sarana pendidikan.
Puluhan rumah warga terdampak, dengan sebagian besar mengalami genangan hingga ketinggian tertentu yang memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga meninggalkan lumpur dan sampah yang berserakan setelah air surut.Di luar wilayah perkotaan, banjir juga terjadi di Kecamatan Wanaraja.
Baca Juga:Mark Lee Hengkang dari NCT dan SM Entertainment: Kontrak Berakhir 8 April 2026 Setelah 10 Tahun BerkarierDilan ITB 1997 Siap Hadir di Bioskop 30 April 2026
Luapan air meninggalkan material lumpur tebal dan sampah di sepanjang jalan serta pemukiman penduduk. Sejumlah personel kepolisian dari Polres Garut turun langsung membantu masyarakat membersihkan lingkungan.
Kepala Satuan Samapta Polres Garut, AKP Ardiyanto, menyatakan bahwa pembersihan ini bertujuan untuk memulihkan akses jalan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal dan mencegah luapan air susulan jika hujan kembali turun.
