Harga Plastik Melonjak di Indonesia: Imbas Perang Timur Tengah, UMKM Terjepit dan Inflasi Mengintai

(Unsplash/radargarut.id)
Harga plastik lonjak, jadi ancaman bagi UMKM (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

Ketua Umum Gapmmi (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia) serta Indonesia Packaging Federation juga menyuarakan kekhawatiran serupa.

Kenaikan harga kemasan fleksibel seperti kemasan minyak goreng, beras, dan produk makanan lainnya diprediksi bisa mencapai 40 persen. Jika berlanjut, hal ini berpotensi menyumbang inflasi, terutama pada kelompok bahan makanan kemasan.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menyatakan sedang mencari alternatif pasokan bahan baku dari negara lain untuk mengurangi ketergantungan pada Timur Tengah.

Baca Juga:Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 untuk Ketiga Kalinya, Gravina dan Buffon Mundur Secara DramatisPolres Garut Kerahkan Personel Amankan Perayaan Jumat Agung: Jamin Keamanan dan Kekhusyukan Ibadah Uma

Namun, proses diversifikasi pasokan ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor plastik dan barang dari plastik mencapai US$873,2 juta pada Februari 2026, naik sekitar 5,9 persen year-on-year, menunjukkan ketergantungan impor yang masih tinggi.

Di tengah kenaikan ini, organisasi seperti Greenpeace Indonesia menilai situasi sebagai momentum bagi Indonesia untuk mendorong sistem guna ulang dan mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai berbasis fosil.

Masyarakat diimbau lebih bijak menggunakan plastik, membawa wadah sendiri saat berbelanja, atau beralih ke kemasan ramah lingkungan meski saat ini harganya masih lebih mahal.

Hingga awal April 2026, lonjakan harga masih berlanjut meski ada tanda-tanda deeskalasi konflik di Timur Tengah. Pelaku industri memperkirakan disrupsi pasokan bisa bertahan 3 sampai 6 bulan ke depan.

Pedagang kecil banyak yang membatasi pembelian stok dan hanya mengambil secukupnya, sementara konsumen mulai merasakan efek tidak langsung melalui kenaikan harga produk di pasar. (*)

0 Komentar