Benda Bercahaya di Langit Lampung Bukan Meteor, Ahli Astronomi Sebut Sampah Roket China

(Istimewa)
Benda cahaya di langit Lampung hebohkan warganet (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Sabtu malam, 4 April 2026, warga di berbagai wilayah Provinsi Lampung dikejutkan oleh penampakan benda bercahaya yang melintas cepat di langit malam.

Objek tersebut tampak terang dengan ekor cahaya panjang berwarna kebiruan, bergerak dari arah barat ke timur sebelum akhirnya menghilang dalam hitungan detik.

Video amatir yang direkam warga langsung menyebar luas di media sosial, memicu spekulasi beragam, mulai dari meteor jatuh, pesawat rusak, hingga fenomena alam gaib.

Baca Juga:Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 untuk Ketiga Kalinya, Gravina dan Buffon Mundur Secara DramatisPolres Garut Kerahkan Personel Amankan Perayaan Jumat Agung: Jamin Keamanan dan Kekhusyukan Ibadah Uma

Banyak warga yang menyaksikan langsung mengaku terkejut termasuk Rudi (34), warga Bandar Lampung.

“Tiba-tiba ada cahaya terang banget melintas cepat di langit. Awalnya saya kira pesawat jatuh atau apa, tapi bentuknya kayak meteor, ada ekornya,” ujarnya.

Sementara itu, Sepri dari Kalianda, Lampung Selatan, juga melihat objek tersebut terpecah-pecah dengan jejak cahaya yang mencolok. Fenomena serupa juga dilaporkan muncul di wilayah lain seperti Banten, membuat kehebohan semakin meluas.

Namun, penjelasan ilmiah dari ahli astronomi segera meredam spekulasi liar. Dr. Annisa Novia Indra Putri, Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) di Institut Teknologi Sumatera, menyatakan bahwa benda bercahaya tersebut bukan meteor.

Menurutnya, hasil pengamatan tim OAIL menunjukkan pergerakan dan penampilan objek tidak sesuai dengan karakteristik meteor biasa.

“Kalau untuk fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini, bukan dari komet tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari Cina,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa analisis awal timnya melihat pola gerakan yang relatif tidak terlalu cepat serta adanya pecahan-pecahan, yang lebih khas pada space debris atau sampah antariksa.

Baca Juga:Mark Lee Hengkang dari NCT dan SM Entertainment: Kontrak Berakhir 8 April 2026 Setelah 10 Tahun BerkarierDilan ITB 1997 Siap Hadir di Bioskop 30 April 2026

Objek ini diduga berasal dari roket China CZ-3B R/B yang sudah tidak aktif. Saat memasuki kembali atmosfer Bumi, puing-puing tersebut mengalami gesekan hebat dengan lapisan udara, memanas hingga ribuan derajat Celsius, terbakar, dan menghasilkan cahaya terang yang spektakuler.

Berbeda dengan meteor alami yang biasanya berasal dari batuan antariksa kecil dan melaju dengan kecepatan sangat tinggi yang dapat mencapai puluhan km/detik, sampah antariksa sering kali memiliki ukuran lebih besar dan komposisi material buatan manusia.

0 Komentar