Videografer Amsal Sitepu Diduga Terjerat Pusaran Korupsi Dana Desa

(Unsplash/radargarut.id)
Amsal Sitepu diduga lakukan mark-up pada projek profil desa (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa lemahnya pengawasan di tingkat kecamatan membuat oknum-oknum dengan mudah “menjual” proyek kepada kepala desa yang tidak paham regulasi.

​Salah satu rekan profesi Amsal yang hadir di persidangan turut memberikan pandangannya mengenai risiko yang dihadapi pekerja kreatif dalam proyek pemerintah:

​”Ini adalah pelajaran pahit bagi kami para videografer. Kita tidak bisa lagi hanya sekadar menerima pekerjaan tanpa melihat dari mana sumber dananya dan bagaimana proses tendernya. Kasus Amsal membuktikan bahwa ketidaktahuan bisa berujung pada jeruji besi,” jelas rekan sejawatnya tersebut.

Baca Juga:Petaka Bicara Sembarangan: Kisah di Balik Hilangnya Remaja Inisial MR di Gunung GunturJadwal Play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026: Penentuan 6 Tiket Terakhir

​Menanti Kepastian Hukum

Kini, publik menanti bagaimana majelis hakim akan menimbang peran Amsal Sitepu. Apakah ia benar-benar seorang aktor intelektual yang mengatur penggelembungan dana, ataukah ia hanya “pemain figuran” yang dikorbankan dalam sistem birokrasi desa yang korup?

​Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi kunci diharapkan mampu mengurai aliran dana yang sebenarnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh perangkat desa dan penyedia jasa agar lebih berhati-hati dalam mengelola uang rakyat, karena setiap rupiah yang disimpangkan akan selalu meninggalkan jejak, sejelas gambar yang ditangkap oleh lensa kamera.

0 Komentar