Petaka Bicara Sembarangan: Kisah di Balik Hilangnya Remaja Inisial MR di Gunung Guntur

Rizki Peratami
Gunung Guntur Garut. (Foto: Rizki Peratami)
0 Komentar

RADARGARUT– Gunung Guntur di Garut kembali menjadi sorotan setelah seorang remaja berinisial MR dilaporkan hilang secara misterius pada Minggu 29 Maret 2026.

Namun, di balik operasi pencarian yang menegangkan, muncul sebuah narasi yang menjadi peringatan keras bagi para pecinta alam yaitu pentingnya menjaga lisan saat berada di alam liar.

Berawal dari Sikap “Sompral”

Kejadian bermula ketika MR melakukan pencarian serangga tonggeret bersama suadara sepupunya pada Minggu 29 Maret 2026 di Desa Sanghiang, Kecamatan Rancabango.

Baca Juga:Menteri Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik per 1 April 2026Resmi! Pemerintah Terapkan Kebijakan WFH Setiap Hari Jumat, Simak Aturan dan Pengecualiannya

Berdasarkan kesaksian yang dihimpun, MR diduga menunjukkan sikap sompral dan banyak membicarakan soal keangkeran kaki Gunung Guntur.

Di gunung yang dikenal memiliki medan terbuka dan cuaca ekstrem ini, sikap rendah hati biasanya menjadi hukum tidak tertulis yang wajib dipatuhi.

Konon, sebelum dinyatakan hilang, MR sempat mengeluarkan ucapan-ucapan yang dianggap tidak pantas oleh saudaranya selama perjalanan.

Tidak lama setelah itu, perilaku MR berubah drastis. Ia dilaporkan mulai terlihat linglung dan kehilangan arah, seolah-olah kesadarannya terlepas dari realita di sekitarnya.

Detik-Detik Menuju Linglung

Kondisi linglung yang dialami MR menjadi awal mula petaka. Saudaranya menyebutkan bahwa MR seolah ditarik oleh kekuatan tak terlihat atau sekadar kehilangan fokus akibat disorientasi yang mendadak.

Dalam hitungan menit, ia terpisah dari rombongan dan menghilang di antara vegetasi Gunung Guntur yang menipu mata.

Bagi masyarakat lokal dan pendaki senior, fenomena ini sering dikaitkan dengan “tegur balik” dari alam atas perilaku manusia yang tidak sopan.

Baca Juga:Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Induk Garut Mulai Turun dan Stabil Pasca-LebaranAntisipasi Dampak Lanjutan, Dinas PUPR Garut Tinjau Lokasi Longsor di Bantaran Sungai Cimanuk Paminggir

Secara logis, sikap sompral sering kali membuat seseorang menjadi ceroboh, mengabaikan prosedur keselamatan, dan kehilangan kewaspadaan, yang berujung pada kecelakaan atau tersesatnya pendaki.

Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Ate Ahmad Herawan mengungkapkan bahwa keterangan para saksi mengonfirmasi dugaan bahwa MR berjalan linglung

“Beberapa dari saksi sempat bertemu dengan korban. Korban berjalan kaki dengan tatapan kosong dan berbicara melantur saat ditanya mau kemana,” katanya.

Semakin janggal, MR baru ditemukan di Kecamatan yang lokasinya sangat jauh dari lokasi MR dilaporkan hilang.

MR ditemukan di Desa Cipepe, Kecamatan Tarogong Kidul jam 22.00 WIB dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. MR ditemukan tanpa mengenakan busana dan dalam kondisi linglung.

0 Komentar