Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Solar Tidak Naik per 1 April

harga bbm pertamina
Kenaikan harga BBM Pertamina Nonsubsidi berlaku hari ini, Simak Selengkapnya! Foto: Wikipedia- RadarGarut.id
0 Komentar

RADARGARUT – Menjelang pergantian bulan, spekulasi mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi sering kali memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Namun, untuk periode April 2026, pemerintah melalui

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman secara resmi membantah isu kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi.

Kepastian ini memberikan angin segar bagi masyarakat, terutama pelaku sektor transportasi dan usaha kecil yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi.

Baca Juga:Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Resmi Diumumkan, Juli Jadi Bulan Penentuan!Cetak SDM Unggul, Bupati Garut Dorong Generasi Muda Muhammadiyah Kuasai Life Skill Digital dan Kewirausahaan

Pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan atau kebijakan yang mengubah harga jual eceran kedua jenis BBM penugasan tersebut per 1 April 2026.

Bantahan Tegas dari Kementerian ESDM

Laode menyatakan bahwa kabar yang beredar mengenai kenaikan harga Pertalite dan Solar adalah tidak benar.

“Ini info yang salah, tidak ada kenaikan BBM subsidi,” tegasnya.

Pemerintah masih terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia serta kondisi ekonomi domestik sebelum mengambil kebijakan strategis terkait subsidi energi.

Berdasarkan aturan yang berlaku, harga BBM subsidi seperti Solar dipatok pada angka Rp6.800 per liter, sementara Pertalite tetap di harga Rp10.000 per liter.

Harga ini telah bertahan cukup lama sebagai upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi pasar global.

Alasan di Balik Stabilitas Harga

Ada beberapa faktor utama mengapa pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi pada periode ini:

  • Menjaga Laju Inflasi: Kenaikan harga BBM hampir selalu diikuti oleh kenaikan harga bahan pokok dan tarif transportasi. Dengan mempertahankan harga Pertalite dan Solar, pemerintah berupaya menekan laju inflasi agar tetap dalam target sasaran.
  • Daya Beli Masyarakat: Ekonomi masyarakat yang sedang dalam tahap pemulihan memerlukan stabilitas harga energi agar konsumsi rumah tangga tetap terjaga.
  • Evaluasi Berkala: Meskipun harga minyak mentah dunia mengalami dinamika, pemerintah biasanya menggunakan skema kompensasi kepada badan usaha (Pertamina) untuk menambal selisih harga pasar dengan harga subsidi, sehingga beban tidak langsung dilempar ke konsumen.

Nasib BBM Non-Subsidi

Berbeda dengan Pertalite dan Solar yang harganya ditentukan oleh pemerintah, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex biasanya mengalami penyesuaian setiap awal bulan.

0 Komentar