RADARGARUT– Kabupaten Garut kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat.
Pada momen libur Lebaran 2026, arus wisatawan yang masuk ke wilayah “Kota Intan” ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Berdasarkan data terbaru, tercatat lebih dari seperempat juta orang memilih Garut sebagai tempat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Beni Yoga, mengungkapkan bahwa berdasarkan hitungan sementara hingga Senin 30 Maret 2026, total wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata di Garut mencapai 255.506 orang.
Baca Juga:Hilang di Gunung Guntur, Remaja Garut Ditemukan Linglung Tanpa BusanaHarga Emas Antam Anjlok Rp30.000, Kini di Level Rp2,80 Juta per Gram
Angka ini menunjukkan tren positif bagi pemulihan ekonomi sektor pariwisata daerah.
Lonjakan Drastis Dibanding Tahun Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, pertumbuhan jumlah pengunjung tahun ini tergolong luar biasa. Pada tahun lalu, kunjungan wisatawan ke Garut hanya menyentuh angka 159.997 orang.
Artinya, terjadi peningkatan sekitar 60% pada tahun 2026 ini. Hal ini diduga dipicu oleh infrastruktur yang semakin membaik serta kerinduan masyarakat untuk berwisata di alam terbuka setelah masa-masa pembatasan di tahun-tahun sebelumnya benar-benar berakhir.
Pesona Pantai Selatan di Tengah Kontroversi
Fenomena unik terjadi pada liburan kali ini. Kawasan pantai selatan Garut mendominasi daftar objek wisata yang paling banyak dikunjungi, mengalahkan destinasi pegunungan dan pemandian air panas yang biasanya menjadi ikon utama.
Pantai Santolo mengukuhkan posisinya di urutan pertama sebagai destinasi paling populer dengan total kunjungan mencapai 22.645 wisatawan.
Keindahan pasir putih dan panorama laut lepas di Santolo rupanya masih memiliki daya tarik magis bagi para pelancong.
Menyusul di urutan kedua adalah Pantai Sayang Heulang dengan total 20.752 kunjungan.
Baca Juga:Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Solar Tidak Naik per 1 AprilTarif Listrik April 2026: Cek Rincian Harga per kWh dan Simulasi Token
Namun, popularitas Sayang Heulang kali ini dibarengi dengan sorotan tajam dari warganet. Objek wisata ini sempat viral di media sosial akibat dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) dan masalah kebersihan lingkungan yang dikeluhkan pengunjung.
Meski dihujani kritik di dunia maya, data menunjukkan bahwa minat wisatawan untuk mendatangi pantai ini tetap tidak terbendung.
Destinasi Favorit Lainnya
Selain kawasan pesisir, wisata pegunungan dan taman air juga tetap menjadi incaran. Berikut adalah daftar objek wisata dengan kunjungan tertinggi selanjutnya:
