Maka dari itu, ini menjadi PR bagi Disparbud sendiri untuk memperbaiki internal management, termasuk konsolidasi dengan masyarakat dilingkungan Sayang Heulang.
“Mudah-mudahan ini pelajaran bagi kita semua ya, terutama bagi saya ini kan hal yang sangat baru, jadi mudah-mudahan nanti ke depan kondisi-kondisi ini bisa lebih dikendalikan,” ungkapnya.
Beni menyebutkan, pihaknya belum bisa memberikan komentar apapun sebelum menunggu hasil investigasi dari Aparat Penegak Hukum (APH) yang berwajib ataupun kepolisian.
Baca Juga:Disnakertrans Garut Akui Pengangguran Masih Tinggi, Lulusan SMA Didominasi Sektor ManufakturMeski Berdampak Pada UMKM, Sekda Garut Sebut Siap Terapkan WFH
“Saya tidak setiap hari menunggu di situ. Nah kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman kepolisian untuk melakukan investigasi sebenarnya kondisinya seperti apa. Nah meskipun kemarin masih ada indikasi ya memang ada oknum ya yang menarik uang duluan sebelum pintu tiketing. Nah baru nanti itunya diserahkan ke petugas tiket untuk diserahkan tiket,” ucapnya.
Ketika disinggung penyebab peristiwa tersebut diduga adanya rolling petugas dari Santolo ke Sayang Heulang. Beni menegaskan, tidak bisa berkomentar apapun, namun selama ini pihaknya hanya mengakomodir petugas yang PPPK dan PPPK paruh waktu.
“Kita belum bisa menyampaikan bahwa ada indikasi-indikasi tersebut. Tapi ini merupakan salah satu upaya kita untuk menata perbaikan manajemen SDM di internal kita. Karena memang selama ini kan yang saya akomodir itu kan hanya P3K dan P3K paruh waktu, di luar itu kan kita tidak,” tegasnya.
Ia menyampaikan, untuk pengelola tiketing tidak bisa mengakomodir diluar dari petugas yang PPPK atau PPPK paruh waktu bahkan ASN, serta untuk pengelola parkir dan kebersihan pun masih melibatkan dari warga setempat.
“Artinya kan parkir kan masih dikelola oleh desa, kebersihan juga begitu ya, nah kita libatkan di situ. Jadi sementara ini kalau untuk yang lain-lain di luar PPPK paruh waktu dan PPPK begitu ya, apalagi ASN saya kira ya mohon maaf kami juga tidak bisa melakukan itu,” ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya merasa belum sempurna melakukan perbaikan di internal management Disparbud sendiri, namun untuk kedepan pihaknya tengah merencanakan seperti e-tiketing atau melalui barcode.
