GARUT – Gunung Guntur, yang terletak di Kabupaten Garut merupakan kawasan wisata alam yang masih sering banyak dikunjungi para pendaki, baik dari masyarakat Garut sendiri bahkan para pendaki dari luar Garut.
Namun, pada bulan Maret 2026 adanya aktivitas gempa vulkanik di Gunung Guntur. Hal tersebut disampaikan langsung oleh, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut.
Sekretaris BPBD Garut, Abud Abdullah, mengatakan bahwa Gunung Guntur merupakan merupakan gunung api bertipe kompleks andesit yang terdiri dari beberapa kerucut tua dan muda, dengan puncak tertinggi berada di Masigit.
Baca Juga:20 Anggota DPRD Jabar Ternyata Asal Garut, Syakur Ajak Sinergi Dana AspirasiDokter Minim, Pelayanan Kesehatan Garut Terancam
Sehingga, kata Abud, hasil dari pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terctata aktivitas gempa vulkanik di selama bulan Maret 2026 meningkat.
“Berdasarkan hasil pemantauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan Gunung Guntur di Desa Sirnajaya, aktivitas kegempaan vulkanik selama bulan Maret 2026 menunjukkan adanya peningkatan, khususnya pada pertengahan bulan,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPBD Garut, Selasa 31 Maret 2026.
Menurut Abud, berdasarkan laporan dari PVMBG hingga tanggal 21 Maret 2026 pun tercatat peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam yang cukup signifikan.
“Tercatat peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam yang cukup signifikan, dengan total kejadian mencapai puluhan hingga mendekati seratus kejadian sejak awal bulan. Peningkatan aktivitas tertinggi terjadi pada periode tanggal 18 hingga 20 Maret 2026, dengan jumlah kejadian harian yang meningkat secara signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hasil analisis menunjukkan bahwa sebaran hiposenter gempa vulkanik dalam terkonsentrasi pada kedalaman sekitar 2,5 hingga 6,5 kilometer di bawah puncak, dengan kecenderungan pola sebaran berarah barat laut hingga tenggara.
“Kondisi ini mengindikasikan adanya aktivitas pergerakan fluida atau magma dari kedalaman menuju bagian yang lebih dangkal, namun belum menunjukkan indikasi peningkatan aktivitas yang mengarah pada erupsi,” jelasnya.
Menurutnya, jika secara visual hingga periode laporan tersebut tidak teramati adanya perubahan signifikan pada aktivitas permukaan, seperti peningkatan asap kawah maupun lontaran material. “Oleh karena itu, tingkat aktivitas Gunung Guntur masih berada pada Level I (Normal),” katanya.
Baca Juga:Alpukat Miki Dilirik Warga Garut, Tak Mengenal Musim Selalu BerbuahBupati Garut Minta SPPG Serius Memanfaatkan Produk Lokal BUMDes dan KDMP
Ia menyampaikan, dengan kondisi. tersebut masyarakat di Gunung Guntur serta para pengunjung diimbau agar tetap waspada, tidak mendekati kawasan kawah aktif, serta tidak melakukan aktivitas bermalam diarea puncak.
