GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut masih menghadapi persoalan serius di sektor kesehatan, khususnya terkait keterbatasan jumlah tenaga dokter. Kondisi ini disampaikan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam rapat paripurna bersama DPRD Garut.
Dalam agenda Penyampaian Nota LKPJ Bupati Akhir Tahun Anggaran 2025 yang digelar pada Senin (30/3/2026), Syakur mengungkapkan bahwa kebutuhan dokter di Garut masih jauh dari ideal. Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang baik, diperlukan jumlah tenaga medis yang memadai, terutama dokter umum.
Ia menjelaskan, kebutuhan dokter umum di Kabupaten Garut diperkirakan mencapai sekitar 1.800-an orang. Namun hingga saat ini, jumlah yang tersedia baru berkisar di angka 500-an dokter.
Baca Juga:Alpukat Miki Dilirik Warga Garut, Tak Mengenal Musim Selalu BerbuahBupati Garut Minta SPPG Serius Memanfaatkan Produk Lokal BUMDes dan KDMP
Bayangkan saja, kata dia, dari angka ideal yang harus tercapai, Kabupaten Garut baru bisa memenuhi tenaga dokter di angka yang masih jauh dari target.
Tak hanya dokter umum, kekurangan juga terjadi pada tenaga dokter spesialis. Beberapa di antaranya meliputi dokter gigi, dokter spesialis akupuntur, hingga dokter spesialis bedah, dan dokter spesialis lainya yang jumlahnya juga masih terbatas.
Melihat kondisi tersebut, Syakur bahkan sempat menyampaikan imbauan kepada para anggota DPRD Garut agar mendorong generasi muda menempuh pendidikan di bidang kedokteran.
“Sebaiknya bapak ibu kalau punya anak sekolahkan saja di kedokteran,” ujar Syakur dalam pidatonya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pendidikan kedokteran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, Syakur optimistis bahwa dengan tekad yang kuat, para orang tua tetap bisa mendorong anak-anaknya untuk menempuh pendidikan tersebut.
Ia juga berharap putra daerah yang memiliki prestasi dapat mengambil peran sebagai tenaga medis di masa depan, sehingga mampu mengisi kekurangan dokter di Kabupaten Garut.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Garut telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar memberikan formasi khusus Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tenaga dokter dalam seleksi mendatang.
Baca Juga:Kasus Pungli di Sayang Heulang Disorot, Disparbud Garut Siap Benahi Manajemen InternalDisnakertrans Garut Akui Pengangguran Masih Tinggi, Lulusan SMA Didominasi Sektor Manufaktur
Langkah ini diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Garut.(Feri)
