Disnakertrans Garut Akui Pengangguran Masih Tinggi, Lulusan SMA Didominasi Sektor Manufaktur

Radar Garut
Kadisnakertrans Garut, Nia Gania Karyana
0 Komentar

GARUT – Angka pengangguran di Kabupaten Garut masih tergolong tinggi, bisa mencapai bahkan melebihi angka rata-rata Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Garut, Nia Gania Karyana.

Menurut Nia, jika berbicara terkait angka pengangguran, penyerapan tenaga kerja terbesar di sektor manufaktur ialah lulusan SMA/SMK.

“Misalnya di Hoga, kemudian Changshin, Pratama, dan lain sebagainya termasuk Ramayana, Yoma, dan Asia,” ujarnya.

Baca Juga:Meski Berdampak Pada UMKM, Sekda Garut Sebut Siap Terapkan WFHAkibat Kebocoran Gas LPG Sebuah Rumah di Pameungpeuk Garut Terbakar Api, 2 Orang Mengalami Luka

Ia menyampaikan, di dunia kerja dari lulusan pendidikan SMA lebih dominan, karena banyak membutuhkan dibagian operator.

“Sementara di tatapan manajemen itu kurang. Seperti aja Changshin, pekerja pria itu lebih sedikit jumlahnya daripada wanita, karena kebanyakan seperti itu,” katanya.

Maka dari itu, menurut Nia, perlunya ada kerjasama dengan pemerintah lain dalam hal tenaga kerja, meskipun memang pengangguran disetiap Kabupaten/kota pasti ada.

“Walaupun sulit karena setiap kabupaten/kota pasti ada pengangguran, pengangguran tidak akan pernah selesai, seperti halnya kemiskinan,” ungkap Nia.

Ia menambahkan, sesuai dilapangan ketika lulus sekolah ada yang menganggur ataupun melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, maka digencarkanlah kewirausahaan.

“Karena setelah sekolah ada yang nganggur, ada yang sekolah langsung. Nah makanya digencarkanlah yang namanya kewirausahaan, nah kewirausahaan itu salah satunya BLK, balai latihan kerja,” tutupnya. (Rizka)

0 Komentar