Tekan Angka Pengangguran di Garut, Program KDMP Hingga SPPG Dinilai Punya Peluang Besar

Radar Garut
Kadisnakertrans Garut, Nia Gania Karyana
0 Komentar

GARUT – Angka pengangguran di Garut masih tergolong tinggi, sehingga pemerintah daerah terus mencari peluang agar setidaknya tahun sekarang mengalami tren menurun.

Karena pasalnya, angka pengangguran Garut bisa menyentuh bahkan melebihi angka pengangguran Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Garut, Nia Gania Karyana.

Menurut Nia, menekan angka pengangguran ini tidak bisa dilakukan oleh Pemkab Garut ataupun Dinas sendiri, perlu adanya kolaborasi berbagai pihak.

Baca Juga:Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026Panen Kangkung Organik dan Selada Bokor di Lapas Garut, Wujud Nyata Dukungan Program Ketahanan Pangan

“Kemudian yang tidak kalah penting adalah pengangguran ini harus dipecahkan tidak hanya sebatas dinas tenaga kerja,” ujarnya.

Lanjut Nia, adanya peran dilingkungan desa seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), ataupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG bisa membantu menekan angka pengangguran.

“Ada peran desa, adanya SPPG itu saya yakin bahwa ada peluangnya, kemudian KDMP, tapi KDMP kan di kita itu masih belum seperti SPPG. Kalau SPPG itu kalau tidak salah ada 39 orang, kalau satu SPPG saja sudah 20, itu luar biasa gitu ya,” lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk masalah angka pengangguran memang harus konsultasi dengan BPS, namun untuk menanggulanginya tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah saja.

“Tetapi upaya-upaya untuk menanggulangi pengangguran itulah yang menjadi tidak hanya kewajiban pemerintah gitu ya,” tutupnya. (Rizka)

0 Komentar