RADARGARUT– Ancaman batuan luar angkasa yang menghantam Bumi selama ini mungkin hanya kita lihat dalam film fiksi ilmiah seperti Armageddon.
Namun, bagi para ilmuwan dan industri antariksa, ancaman ini adalah nyata. Menjawab tantangan tersebut, Blue Origin, perusahaan kedirgantaraan milik miliarder Jeff Bezos, baru saja mengungkap konsep misi ambisius bernama NEO Hunter.
Misi ini dirancang khusus untuk menjadi sistem pertahanan planet, yang bertugas mendeteksi, mempelajari, hingga membelokkan asteroid yang berpotensi menabrak Bumi.
Baca Juga:Jamin Hak Rakyat, Bupati Garut Instruksikan Pengawasan Ketat Distribusi BBM dan Elpiji Agar Tepat SasaranSiapa "Dalang" di Balik Air Keras? Menelusuri Jejak Komando dalam Kasus Aktivis KontraS
Bekerja sama dengan Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA dan Caltech, Blue Origin ingin memastikan bahwa manusia tidak akan bernasib sama dengan dinosaurus jika suatu saat ada asteroid raksasa yang mengarah ke planet kita.
Mengenal Platform Blue Ring dan Satelit Pengintai
Inti dari misi NEO Hunter adalah penggunaan platform logistik luar angkasa milik Blue Origin yang disebut Blue Ring. Platform ini bertindak sebagai “kapal induk” yang mampu membawa berbagai muatan ke orbit yang jauh.
Dalam skenario penyelamatan Bumi, Blue Ring akan melepaskan sejumlah satelit kecil berteknologi tinggi yang disebut CubeSats.
Satelit-satelit mini ini bertugas sebagai pengintai yang akan mendekati asteroid target. Tugas mereka sangat krusial mengukur massa, komposisi batuan, dan kecepatan asteroid dengan sangat akurat.
Data ini sangat penting karena setiap asteroid memiliki karakteristik berbeda; ada yang padat seperti logam, ada pula yang rapuh seperti tumpukan debu angkasa.
Dua Strategi: Geser Halus atau Tabrakan Keras
NEO Hunter tidak hanya datang untuk menonton. Konsep misi ini menawarkan dua metode revolusioner untuk mengubah lintasan asteroid yang berbahaya:
- Metode Sinar Ion (Tarik-Ulur Tanpa Sentuh): Ini adalah pendekatan yang sangat canggih. Alih-alih menabrak, pesawat luar angkasa akan terbang di dekat asteroid dan menembakkan aliran partikel bermuatan (sinar ion). Tekanan konstan dari sinar ini, meski sangat kecil, perlahan-lahan akan mendorong asteroid keluar dari jalurnya. Metode ini sangat efektif jika ancaman terdeteksi bertahun-tahun sebelum potensi tabrakan terjadi.
- Metode Tabrakan Energi Tinggi (The Kinetic Impactor): Jika waktu sudah mendesak, NEO Hunter akan menggunakan cara yang lebih ekstrem. Blue Origin merancang pesawat penabrak yang massanya hampir sembilan kali lebih besar daripada wahana DART milik NASA yang sukses di tahun 2022. Dengan massa raksasa dan kecepatan tinggi, tabrakan ini diklaim 1,5 kali lebih kuat, mampu memberikan hantaman telak untuk membelokkan batu ruang angkasa tersebut seketika.
