RADARGARUT– Di tengah dinamika kebutuhan energi masyarakat yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah preventif guna memastikan ketersediaan energi tetap stabil.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin memberikan jaminan penuh bahwa distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas Elpiji 3 kilogram akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Komitmen ini ditegaskan sebagai upaya melindungi hak-hak masyarakat ekonomi rendah dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Bupati menyampaikan bahwa energi merupakan kebutuhan dasar yang sangat krusial. Gangguan kecil dalam distribusinya dapat memicu efek domino, mulai dari kenaikan harga bahan pokok hingga menurunnya daya beli masyarakat.
Baca Juga:Widodo C. Putro Resmi Jadi Pelatih Baru Garudayaksa FC: Jadi Harapan Baru Sepak Bola IndonesiaJangan Sampai Terlewat! Fenomena 'Pink Moon' April 2026 Segera Hiasi Langit Indonesia
Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait, terutama Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral, untuk bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam memantau setiap rantai distribusi.
“Kita ingin memastikan bahwa apa yang sudah disubsidi oleh negara benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Tidak boleh ada oknum yang bermain-main dengan stok BBM maupun gas melon, karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah sinkronisasi data kebutuhan di setiap kecamatan.
Dirinya menekankan pentingnya pengawasan di tingkat pangkalan dan agen agar tidak terjadi penumpukan stok di satu wilayah sementara wilayah lain mengalami kelangkaan.
Distribusi yang merata adalah kunci agar masyarakat di pelosok Garut tidak perlu membayar harga di atas Harga Eceran Tertinggi.
Selain pengawasan, Pemerintah Kabupaten Garut juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah pasokan di titik-titik yang dianggap rawan kekurangan.
Syakur menyebutkan bahwa ketersediaan stok saat ini berada dalam posisi aman, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama menjelang hari-hari besar di mana konsumsi energi biasanya melonjak tajam.
Baca Juga:Polemik Gus Yaqut dari Rutan, ke Rumah, Lalu Kembali ke BuiSamsung Galaxy A57 Resmi Meluncur: Sang Raja Baru Kelas Menengah dengan Fitur Kelas Sultan
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk turut serta menjadi mata dan telinga pemerintah. Jika ditemukan praktik-praktik ilegal seperti pengoplosan gas atau penimbunan BBM, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, distributor, dan masyarakat, Bupati optimis Kabupaten Garut dapat terhindar dari krisis energi yang seringkali menghantui daerah lain.
