GARUT — Tren budidaya alpukat jenis HAS semakin berkembang di Kabupaten Garut. Varietas unggulan ini sekarang banyak dilirik petani, khususnya petani yang mempunyai lahan di wilayah dataran tinggi.
Buah alpukat jenis HAS diketahui mempunyai karakteristik kulit tebal dan kasar, serta daging buah berwarna kuning keemasan. Selain tampilan yang unik, cita rasanya yang lembut dan gurih membuatnya menjadi salah satu varietas favorit di pasar.
Tingginya minat petani Kabupaten Garut pembudidayakan alpukat HAS juga terlihat dari meningkatnya permintaan bibit di sejumlah kios buah-buahan.
Baca Juga:Usai Heboh Tarif Rp45 Ribu, Warga Pameungpeuk Sindir Pengunjung yang ViralBaru Keluar Penjara Februari Lalu, Dadang Buaya Ditahan Lagi karena Hajar 3 Orang
Salah satunya di kios Khadizarah Bibit yang berlokasi di Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong.
Pemilik kios Khadizarah Bibit, Nunung Komalasari, mengatakan bahwa alpukat HAS sangat cocok dibudidayakan di wilayah dengan MDPL tinggi.
“Terutama pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (MDPL) ke atas,” ujar Nunung Komalasari.
Menurut Nunung, alpukat varietas khas sangat populer di dunia. “Varietas alpukat HAS ini termasuk yang paling populer di dunia, rasa daging buahnya lembut, creamy dan gurih. Warna daging buahnya juga kuning keemasan dan sangat menggoda,” ujar Nunung Komalasari.
Kondisi geografis Kabupaten Garut yang didominasi wilayah pegunungan menjadi faktor pendukung utama keberhasilan budidaya tanaman ini.
Sejumlah daerah seperti Pasirwangi, kawasan Darajat, hingga Cikajang dinilai memiliki ketinggian ideal untuk pengembangan alpukat HAS.
“Dan Kabupaten Garut banyak daerah yang mdpl nya tinggi dan cocok sekali membudidayakan alpukat HAS, misalnya di kecamatan Pasirwangi kawasan Darajat, kemudian di daerah Cikajang dan daerah pegunungan lain yang MDPL-nya tinggi,” ujar Nunung Komalasari.
Baca Juga:Tekan Angka Pengangguran di Garut, Program KDMP Hingga SPPG Dinilai Punya Peluang BesarPengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026
Selain cocok secara agroklimat, alpukat HAS juga menawarkan nilai ekonomi yang menjanjikan. Harga jual di tingkat kebun tergolong tinggi, sehingga memberikan peluang keuntungan yang menarik bagi petani.
“Dari beberapa petani yang sudah pernah panen dan menjual hasilnya, di kebun itu bisa terjual seharga rp60.000 per kg,” ujar Nunung Komalasari.
Dengan kombinasi antara kesesuaian lahan dan nilai jualnya yang tinggi, tak heran kata Nunung, apabila jenis HAS ini menjadi salah satu primadona di Kabupaten Garut. (Feri)
