Strategi "One Way": Jurus Jitu Polda Jabar Urai Kepadatan Arus Balik di Jalur Selatan

(Istimewa)
Jalur selatan garut (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Menghadapi siklus tahunan arus balik Lebaran 2026, Kepolisian Daerah Jawa Barat telah menyiapkan serangkaian strategi matang guna memastikan kelancaran lalu lintas di jalur selatan.

Mengingat karakteristik jalur selatan yang menantang, pihak kepolisian memutuskan untuk menerapkan sistem satu arah atau one way sepenggal sebagai senjata utama mengurai kemacetan dari arah Tasikmalaya dan Garut menuju Bandung.

Keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap titik-titik krusial yang kerap menjadi “penyakit” kemacetan di wilayah tersebut.

Baca Juga:Intip Kalender April 2026: Siap-Siap Long Weekend dan Deretan Hari Besar yang Wajib Dicatat!Kabar Gembira Bagi Warga Garut: Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Berlaku Hanya 7 Hari!

Jalur selatan Jawa Barat dikenal memiliki profil jalan yang unik dengan banyaknya tikungan tajam, tanjakan terjal, serta turunan curam yang menuntut kewaspadaan tinggi dari para pengendara.

Efektivitas “One Way”

Direktur Binmas Polda Jabar, Kombes Pol Wadi Sa’bani, yang juga menjabat sebagai Perwira Pengamat Objek, menjelaskan bahwa skema one way sepenggal terbukti sangat efektif untuk mengalirkan volume kendaraan yang tertahan.

“Cara bertindak kita adalah dengan one way sepenggal. Selama ini, metode tersebut cukup ampuh untuk ‘mencairkan’ sumbatan kendaraan di blok-blok tertentu yang sudah menunjukkan indikasi warna merah atau perlambatan signifikan,” ujarnya.

Strategi ini tidak dilakukan secara permanen di seluruh jalur, melainkan hanya pada titik yang mengalami antrean panjang.

Misalnya, jika ujung antrean kendaraan dari arah Tasikmalaya sudah mencapai wilayah Gentong, polisi akan melakukan penarikan arus dari Malangbong hingga ke wilayah Limbangan yang medannya lebih landai.

Penghambat Utama: Pasar Dan Jalur Kereta Api

Selain faktor geografis, Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyoroti dua faktor eksternal yang menjadi hambatan utama laju kendaraan di jalur selatan, yakni perlintasan kereta api dan aktivitas pasar.

Beberapa titik pasar yang menjadi perhatian khusus antara lain Pasar Malangbong, Bandrek, Lewo, dan Limbangan. Aktivitas masyarakat di pasar-pasar ini seringkali memicu penyempitan arus lalu lintas.

Baca Juga:Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Terikat Komitmen Iuran USD 1 Miliar untuk 'Board of Peace'iQOO Z11 Siap Debut 26 Maret: Gebrakan Baterai 9.020 mAh dan Layar 165Hz di Kelas Menengah

Untuk memitigasi hal tersebut, Polda Jabar telah menyiagakan personel di titik-titik pasar tersebut guna memastikan aktivitas warga lokal tidak mengganggu kelancaran arus pemudik yang kembali ke arah barat.

Pihaknya juga berjaga disekitar perlintasan kereta api jalur selatan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.

0 Komentar