RADARGARUT– Suasana libur lebaran di kawasan pesisir Garut Selatan kini diwarnai dengan pengamanan ekstra ketat.
Sebagai langkah antisipasi menyusul lonjakan jumlah kunjungan wisatawan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026, jajaran kepolisian bersama unsur gabungan mengambil tindakan preventif tegas dengan memasang bendera merah di sepanjang garis pantai, Selasa 24 Maret 2026.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Karakteristik Pantai Selatan Jawa yang dikenal memiliki ombak besar dan arus bawah laut yang kuat menjadi ancaman nyata bagi para pelancong yang nekat berenang terlalu ke tengah.
Baca Juga:Indonesia Siap Unjuk Gigi sebagai Tuan Rumah FIFA Series 2026Intip Kalender April 2026: Siap-Siap Long Weekend dan Deretan Hari Besar yang Wajib Dicatat!
Sinergi Lintas Sektoral demi Keselamatan
Operasi pengamanan ini menunjukkan soliditas antarinstansi yang luar biasa. Tidak hanya melibatkan jajaran Kepolisian dari Polsek Cikelet, Polsek Pameungpeuk, Polsek Cibalong, dan Polsek Caringin, aksi ini juga diperkuat oleh Sat Polairud, personel TNI, BNPB, Satpol PP, hingga Balawista dan relawan lokal.
Pemasangan bendera merah dan banner peringatan dilakukan secara masif di titik-titik strategis yang menjadi pusat keramaian wisatawan. Kehadiran bendera merah tersebut merupakan instruksi visual yang mutlak, bahwa area tersebut sangat berbahaya untuk aktivitas renang.
Kasat Polairud, Iptu Aep Saprudin, menekankan bahwa peningkatan jumlah manusia di pesisir pantai berbanding lurus dengan peningkatan risiko kecelakaan laut (laka laut). Oleh karena itu, edukasi langsung di lapangan menjadi kunci utama.
“Langkah ini merupakan upaya preventif kami untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan laut, terutama di tengah meningkatnya jumlah pengunjung secara signifikan di kawasan wisata Garut Selatan saat ini,” tegasnya.
Edukasi dan Pengawasan Melekat
Selain pemasangan rambu-rambu fisik, petugas gabungan juga melakukan patroli berjalan kaki di sepanjang pantai.
Menggunakan pengeras suara, para petugas tak henti-hentinya mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak mereka dan memastikan tidak ada yang melampaui batas aman yang telah ditentukan.
Kondisi alam di pantai selatan seringkali menipu, permukaan air mungkin terlihat tenang, namun arus balik yang mematikan bisa muncul sewaktu-waktu.
Baca Juga:Kabar Gembira Bagi Warga Garut: Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Berlaku Hanya 7 Hari!Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Terikat Komitmen Iuran USD 1 Miliar untuk 'Board of Peace'
Inilah yang menjadi perhatian utama tim gabungan agar tidak ada korban jiwa yang merusak momen bahagia Idulfitri.
Iptu Aep Saprudin kembali memberikan peringatan keras kepada para pengunjung agar tidak menyepelekan aturan yang telah dipasang oleh petugas di lapangan.
