RADARGARUT– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang beredar mengenai kewajiban iuran Indonesia di lembaga internasional Board of Peace (BoP).
Dalam keterangannya baru-baru ini, Presiden menekankan bahwa pemerintah Indonesia sama sekali tidak pernah memberikan komitmen finansial sebesar USD 1 miliar atau setara dengan Rp15,7 triliun kepada organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat tersebut.
Isu mengenai iuran jumbo ini sempat memicu perdebatan hangat di ruang publik, di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran negara.
Baca Juga:Arab Saudi Resmi Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat 20 Maret 2026: Ramadan Digenapkan 30 HariEra Baru Dimulai: Trailer Perdana 'Spider-Man: Brand New Day' Resmi Rilis, Tampilkan Nuansa Gelap dan Kemuncul
Namun, Presiden Prabowo memastikan bahwa posisi Indonesia dalam BoP murni didasarkan pada prinsip diplomasi dan kontribusi kemanusiaan, bukan kewajiban bayaran.
Absen di Pertemuan Donatur Utama
Salah satu bukti kuat yang disodorkan Presiden adalah ketidakhadiran delegasi Indonesia dalam pertemuan founding donors yang berlangsung di Washington DC pada 19 Februari 2024 lalu.
Menurutnya, pertemuan tersebut dikhususkan bagi negara-negara yang memang sejak awal berkomitmen menyetorkan modal sebagai pendiri.
Dalam sebuah diskusi bersama para jurnalis dan pakar, Presiden Prabowo mengungkapkan duduk perkara yang sebenarnya.
“Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tegas Prabowo.
Ketegasan ini menunjukkan bahwa Indonesia memilih jalur kontribusi yang berbeda dibandingkan negara-negara donor lainnya.
Alih-alih menyetor uang tunai dalam jumlah fantastis, Indonesia lebih memfokuskan peranannya pada pengiriman bantuan nyata dan keterlibatan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah konflik, khususnya di Gaza, Palestina.
Baca Juga:Cegah Fatalitas Jalan Raya, Patroli Presisi Polres Garut Amankan Pemuda Mabuk yang Berkendara Ugal-ugalanTingkatkan Keamanan Mudik, Pemkab Garut Fasilitasi Warga Pantau Lalu Lintas Via CCTV Real-Time
Fokus pada Pasukan Perdamaian
Presiden menjelaskan bahwa kontribusi utama Indonesia dalam Board of Peace adalah penyediaan personel keamanan.
Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan pasukan perdamaian guna memastikan keselamatan warga sipil dan membantu proses distribusi bantuan kemanusiaan.
Prabowo kembali menegaskan bahwa komitmen Indonesia bersifat sukarela dan berbasis kebutuhan di lapangan.
“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dollar. Komitmen kami hanya berupa kesiapan mengirim pasukan perdamaian jika diperlukan,” lanjutnya.
