Satu hal yang menjadi sorotan penting dalam pesannya adalah kebiasaan sosial saat Lebaran. Teh Putri mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak sembarangan mencium bayi, terutama oleh tamu atau kerabat yang datang dari luar daerah.
Hal ini dilakukan demi melindungi bayi yang masih memiliki imunitas rentan dari risiko penularan penyakit atau virus yang tidak disadari. Pesan ini dianggap sangat relevan mengingat tingginya mobilitas warga saat tradisi mudik dan silaturahmi Lebaran berlangsung.
Komitmen Kehadiran Pemerintah
Kegiatan SAWARGI ini menjadi bukti nyata komitmen Teh Putri Karlina untuk tetap konsisten hadir di tengah-tengah masyarakat.
Baca Juga:Drama Penalti dan VAR: Persib Bandung Curi Poin di Markas Borneo FC, Posisi Puncak Tetap AmanUrai Kemacetan Jalur Selatan, Polisi Batasi Operasional Truk Sumbu 3 Selama Operasi Ketupat Lodaya 2026
Baginya, memastikan aspirasi warga ditindaklanjuti adalah kewajiban yang harus diutamakan. Melalui sinergi antara pemerintah, alim ulama, dan warga, diharapkan pembangunan di Kabupaten Garut tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga aspek sosial dan kesejahteraan spiritual. (*)
