Pada posisi ujung tombak atau pivot, Indonesia mengandalkan kekuatan fisik dan ketajaman Muhammad Faturrahman serta Kris Daniel Yeimo. Selain kedua pivot murni tersebut, terdapat pemain multifungsi seperti Muhammad Sanjaya dan Andres Dwi Persada yang bisa berperan sebagai flank-pivot.
Strategi pemilihan skuad yang “berubah total” ini menegaskan visi Hector Souto untuk melakukan regenerasi sekaligus menjaga kebugaran tim setelah kompetisi Asia yang padat.
Turnamen yang akan digelar di Nonthaburi, Thailand, pada April 2026 ini akan menjadi ujian berat bagi Skuad Garuda dalam upaya mereka mempertahankan takhta juara Asia Tenggara. (*)
